PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lifting Minyak 2027 Naik Jadi 612.500 Barel, SKK Migas Andalkan 100 Sumur Eksplorasi

Home Berita Lifting Minyak 2027 Naik ...

SKK Migas siapkan strategi produksi minyak untuk capai target lifting 2027 sebesar 612.500 barel per hari, naik dari 610 ribu barel tahun ini.


Lifting Minyak 2027 Naik Jadi 612.500 Barel, SKK Migas Andalkan 100 Sumur Eksplorasi
Petugas memasang 'ticket meter' (counter) pada 'meter bank' sebelum kapal Floating Storage Offloading (FSO) Arco Ardjuna Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan proses lifting minyak ke kapal tanker di perairan utara Subang, Laut Jawa, Jawa Barat, Senin (3/4/2023). (Dok.ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa)

EKSPOSKALTIM, Denpasar - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan strategi produksi minyak untuk mencapai target lifting pada 2027, yakni 612.500 barel per hari.

Target tersebut lebih tinggi dari target lifting minyak pada 2026, yakni 610 ribu barel per hari.

“Kami baru melaksanakan CEO Forum dan kami melihat trennya tiga tahun terakhir, kami selalu di 97 persen,” ujar Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, di sela ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan tren tersebut, Rikky menyampaikan SKK Migas ingin mengubah pola pikir pimpinan perusahaan dalam merealisasikan target lifting.

Salah satu yang ditanamkan adalah membidik target lebih tinggi, 625 ribu hingga 630 ribu barel per hari.

“Sehingga nanti, harapannya pada 2027, kita achieve 612.500 (barel per hari),” ujar Rikky.

Selain itu, pada akhir 2025 SKK Migas mengakselerasi kegiatan eksplorasi melalui inisiatif Triple 100 yang mulai didorong akhir 2025.

Program itu mencakup 100 sumur eksplorasi yang dibagi ke beberapa klaster berdasarkan karakteristik dan potensi pengembangannya.

“Kami melihat Pertamina berpartisipasi dari Triple 100 yang sudah di-generate, itu ada 38 sumur. Berarti hampir 40 persen kita bergantung ke Pertamina Group,” ujar Rikky.

Klaster yang jadi perhatian SKK Migas adalah Infrastructure-Led Exploration (ILX), yakni eksplorasi yang berdekatan dengan infrastruktur migas yang telah tersedia.

Melalui pendekatan ini, SKK Migas mendorong percepatan pengerjaan sumur agar hasil eksplorasi segera berkontribusi terhadap tambahan produksi.

"Lalu ada yang sifatnya big one, high-impact well. Nah, ini juga kita minta supaya diutamakan, disegerakan karena ini meng-unlock prospek-prospek daerah barulah. Nah, ini ada kita identify ada 12 sumur," ucap dia.

Rikky menambahkan, percepatan pengeboran sumur berdampak tinggi diharapkan dapat membuka peluang pengembangan wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan frontier, sekaligus menarik investor masuk ke sektor hulu migas Indonesia.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :