EKSPOSKALTIM, Bontang - Menanggapi rencana Pemerintah Kota Bontang untuk menutup Pulau Beras Basah, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa Pulau Beras Basah tidak akan ditutup.
Kata dia, pulau ini akan tetap menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bontang. Pasalnya, Pulau Beras Basah sudah diatur dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.
“Beras basah tidak akan ditutup, karena ini adalah salah satu destinasi wisata di Kota Bontang yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Awang dalam acara silaturahmi bersama Pemerintah Bontang, Rabu (30/11) malam.
Kembali Awang menegaskan, keberadaan Pulau Beras Basah dan aktivitas wisatawan di Pulau Beras Basah ini bukanlah penghalang pembangunan kilang minyak tersebut.
Pernyataan Gubernur Kaltim ini tentu menepis opini terkait keberadaan Pulau Beras Basah yang katanya menjadi penghambat pembangun kilang minyak di Kota Bontang.
“Saya berharap masalah perusahaan LNG ini tidak berulang-ulang. Dulu masalah rumput laut yang katanya menganggu kilang. Apa hubungannya rumput sama kilang, dan sekarang beras basah lagi,” ujarnya.
“Dulu, setelah saya berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait masalah rumput laut ini, pihaknya pun mengatakan rumput laut di Kaltim harus jadi andalan, dan harus didukung. Pulau Beras Basah pun apalagi. Tulis Besar-besar Itu Yah,” ucap Awang dengan suara lantang.
Sementara, salah satu Manajemen Perusahaan LNG yang hadir dalam acara silaturahmi Gubernur Kaltim dengan Pemerintah Kota Bontang di malam itu mengatakan, Pulau Beras Basah ini sudah masuk dalam rancangan keamanan alur pelayaran TUKS Pertamina Badak LNG. Jadi, kawasan tersebut tingkat keamanannya harus terjaga.
“Kalau Beras Basah tetap ada dan kilang ini juga ada, potensi terjadi kecelakaan atau tabrakan kapal itu sangat besar. Yang kami ingin itu, semua ini tuh harus aman dulu,” pungkasnya.

