PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Darurat Kekeringan Samarinda Usai, Lima IPA Belum Kembali Normal

Home Berita Darurat Kekeringan Samari ...

Status tanggap darurat kekeringan di Samarinda memang telah berakhir. Namun, urusan air bersih belum sepenuhnya pulih karena kondisi Sungai Mahakam masih memengaruhi pengolahan air baku di sejumlah instalasi.


Darurat Kekeringan Samarinda Usai, Lima IPA Belum Kembali Normal
Kondisi terkini Sungai Mahakam Samarinda. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, SAMARINDA – Berakhirnya status tanggap darurat bencana kekeringan Kota Samarinda pada 21 September 2026 lalu belum serta-merta mengakhiri persoalan pasokan air bersih. Dua hari setelah status tersebut berakhir, Perumda Tirta Kencana masih menerapkan pengurangan jam operasional di lima instalasi pengolahan air (IPA) karena kondisi air baku dan kadar klorida belum kembali ke standar.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Perumda Tirta Kencana pada Rabu (23/9/2026) pengurangan jam operasional diberlakukan di IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Makroman, IPA Pulau Atas dan IPA Gunung Lingai. Perumda menyatakan kelima IPA tersebut akan kembali beroperasi normal apabila kondisi air baku dan kadar klorida sudah sesuai standar.

Pengaruh kondisi Sungai Mahakam, termasuk persoalan kadar klorida akibat intrusi air laut, masih menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan pengolahan air baku.

Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, mengatakan volume air yang dapat disediakan setiap hari di Terminal IPA Tirta Kencana tidak bisa dipatok secara tetap. Ketersediaannya mengikuti kondisi air di perairan Sungai Mahakam.

“Ketersedian perharinya kira masih melihat kondisi air yang ada di perairan sungai mahakam,” kata Taufik.

Di tengah kondisi tersebut, Perumda tetap membuka akses bagi warga untuk memperoleh air dari terminal yang disediakan. Namun, mekanisme pengambilan tidak diperuntukkan bagi pengambilan dalam jumlah besar menggunakan kendaraan atau penampungan berkapasitas besar.

“Untuk pengambilan memang tidak dibatasi cuma tidak diperkenankan menggunakan pikap atau tandon, kalau galon, ember, atau jeriken boleh untuk mengambil di lokasi terminal IPA yang disediakan,” ujarnya.

Skema berbeda diterapkan di IPA Cendana. Di lokasi tersebut, distribusi air tangki tidak dilakukan dengan mekanisme warga datang dan mengambil sendiri. Taufik menjelaskan, pengambilan air tangki di IPA Cendana dilakukan berdasarkan data yang berada di Satgas.

Perumda masih menempatkan Terminal IPA dalam kondisi waspada seiring belum normalnya kondisi air.

Taufik memastikan Perumda Tirta Kencana tidak menghentikan distribusi air hanya karena status tanggap darurat kekeringan telah berakhir. Selama kondisi air belum kembali normal, penyaluran tetap dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas.

“Apabila masih status air kita belum normal, kita masih 1 pintu dengan satgas,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :