Baru sekali digelar, Car Free Night (CFN) di Jalan MT Haryono langsung diserbu 10 ribu pengunjung. 230 UMKM raup transaksi Rp460 juta, efek berantai ekonomi ditaksir tembus Rp1 miliar.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Car Free Night (CFN) Kota Bontang langsung memberi dampak ekonomi signifikan.
Meski perdana digelar, kegiatan di Jalan MT Haryono pada Sabtu (3/10/2026) malam baru itu diperkirakan menarik sekitar 10 ribu pengunjung.
CFN merupakan kolaborasi Kodim 0908/Bontang bersama Pemerintah Kota Bontang dalam rangka HUT ke-81 TNI dan HUT ke-27 Kota Bontang.
Mengusung tema _Feel the Rhythm, Bontang Car Free Night_, kegiatan ini diadakan rutin setiap Sabtu malam sepanjang Oktober 2026, pukul 19.00 hingga 23.30 Wita.
Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, menyebut antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana sangat tinggi.
Dari 10 ribu pengunjung, transaksi 230 pelaku UMKM yang membuka lapak di lokasi CFN diperkirakan mencapai Rp460 juta.
“Untuk pelaksanaan pertama, kami memperkirakan ada sekitar 10 ribu pengunjung. Sementara transaksi dari 230 UMKM yang terlibat berada di kisaran Rp460 juta,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Eko, angka itu belum termasuk pendapatan pelaku usaha di sekitar kawasan CFN.
Jika seluruh aktivitas perdagangan di sekitar lokasi dihitung, perputaran ekonomi malam itu berpotensi mencapai Rp1 miliar.
“Kalau dampaknya dihitung secara keseluruhan, termasuk UMKM dan usaha yang berada di sekitar lokasi, perputaran uangnya berpotensi mencapai Rp1 miliar. Ini yang kami lihat sebagai efek berintai dari kegiatan tersebut,” jelasnya.
Capaian ini menjadi indikator awal bahwa pemanfaatan ruang publik malam hari mampu mendorong perekonomian masyarakat.
Meski demikian, penambahan jumlah UMKM pada pelaksanaan berikutnya belum dapat dipastikan karena keterbatasan tempat dan masih dalam tahap evaluasi.
“Untuk penambahan UMKM, belum bisa kami pastikan. Tempatnya juga terbatas dan pelaksanaan pertama masih dalam tahap evaluasi,” katanya.
Sementara Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menyatakan pelaksanaan CFN akan dievaluasi bersama TNI, terutama terkait aspek keamanan dan akses kendaraan darurat.
Pasalnya, saat CFN perdana, terjadi kebakaran lahan di kawasan HOP 7 yang membutuhkan penanganan cepat Damkar dan BPBD, namun armada sempat terjebak kemacetan di Jalan MT Haryono yang menjadi lokasi CFN.
Nanti kami evaluasi bersama TNI terkait pelaksanaan CFN di lokasi tersebut. Apalagi pada pelaksanaan kemarin ada kejadian darurat, ujarnya.

