PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

'Monster Sangatta' Lagi-Lagi Jadi Biang Kerok

Home Berita 'monster Sangatta' Lagi-l ...

Untuk sementara buaya muara itu ditempatkanm di bawah naungan pohon seperti ini sembari menunggu dibuatkan sebuah penangkaran. (Ekspos Kaltim/Nirwana)

EKSPOSKALTIM, Kutim– Seekor Buaya Muara yang ditangkap warga di Gang Borneo, Sangatta Utara, Minggu (07/05) kemarin, ternyata masih berada di pekarangan salah seorang warga. 

Hal ini terlihat jelas saat awak media menyambangi predator berdarah dingin tersebut, Rabu (09/05) siang. “Untuk sementara kita taruh di bawah naungan pohon seperti ini sembari menunggu kami buatkan sebuah penangkaran,” ujar Oktavianus, warga Sangatta Utara yang ikut menangkap predator berdarang dingin itu kemarin. 

Menariknya, Oktavianus diketahui merupakan salah seorang korban lainnya yang pernah diserang oleh binatang ganas itu. Tetapi tak dipastikan apakah buaya yang ditangkap itu merupakan pelaku penyerangan dirinya tempo dulu. 

Meski demikian, ia mengaku tak dendam. Justru ia merasa kasihan melihat buaya tersebut.  Ia meminta pemerintah untuk segera merelokasi buaya tersebut ke tempat yang lebih aman seperti penangkaran buaya di Balikpapan atau di Taman Hutan Raya Samarinda. 

“Selain makanannya terjamin, binatang ini juga tidak akan mengganggu manusia lagi,” katanya. 

Lain halnya, Oktavianus mengungkapkan jika pasca penangkapan ada sebagian warga yang meminta imbalan karena telah ikut menangkap buaya tersebut.  

Alasannya adalah penangkapan buaya kemarin itu menguras waktu dan materi dengan harapan tidak ada masyarakat yang menjadi korban. 

Yang menyedihkan lagi, sempat terdengar niatan warga setempat untuk menyembelih hewan melata itu. Dagingnya pun akan dibagikan ke warga lain guna dikonsumsi. 

Ditemui secara terpisah, Kabag Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutim, Pranowo langsung menanggapi hal itu. Pranowo mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai tindak lanjut. 

“Kita akan koordinasi dengan Balai TNK dan BKSDA karena dua institusi ini yang memiliki kewenangan mengenai konflik satwa dengan manusia,” terang Pranowo kemarin. 

Sementara terkait biaya atau ongkos yang diminta warga seusai menangkap buaya tersebut, Pranowo enggan berkomentar banyak. Namun ia memastikan pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait pengevakuasian buaya tersebut.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :