PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pelaku UMKM Rugi Akibat Listrik Sering Mati, PLN Akui Belum Ada Kompensasi

Home Berita Pelaku Umkm Rugi Akibat L ...

Pemadaman listrik berjam-jam di Bontang bikin pengusaha merugi. Kulkas frozen rusak, ratusan telur dan ayam mati. PLN UP3 Bontang akui belum ada kompensasi.


Pelaku UMKM Rugi Akibat Listrik Sering Mati, PLN Akui Belum Ada Kompensasi
Pengusaha kecil keluhkan belum ada kompensasi dari PLN UP3 Bontang akibat seringnya pemadaman listrik. /Nur Sa'adah

EKSPOSKALTIM, Bontang - Harapan pelanggan listrik di Bontang dapat kompensasi atas pemadaman berulang dipastikan belum ada titik terang.

Di sisi lain, kerugian pengusaha kecil terus bertambah.

Pengusaha frozen food di Bontang, Ana, mengeluh kulkas pembekunya rusak akibat listrik padam hingga empat jam selama tiga hari berturut-turut.

"Rusak kulkas frozen saya karena mati empat jam tiga hari berturut-turut, bahan-bahan jualan saya juga jadinya lembek semua," ujarnya, Minggu (1/11/2026).

Ia minta PLN Bontang memberi kompensasi kepada pelaku usaha kecil seperti dirinya.

"Balik modal belum tapi udah rusak semua," akunya.

Kerugian lebih besar dialami Edi, pengusaha ayam Filipina di Bontang. Ia klaim rugi ratusan juta karena pemadaman.

"Telur peternak saya mati 500, ayam mati 200, mesin penetas rusak satu. Ini semua karena pemadaman listrik berjam-jam dan sering," ujarnya.

Ia mengaku sudah sampaikan keluhan ke PLN Bontang. Namun hingga kini belum ada kompensasi.

PLN: Keputusan di Pusat

Manajer PLN UP3 Bontang, Luddie, secara terbuka akui hingga kini belum ada keputusan soal kompensasi bagi pelanggan terdampak.

Ia bilang aspirasi masyarakat soal kompensasi sudah disampaikan ke jajaran pimpinan PLN dan diproses sesuai regulasi. Namun kewenangan persetujuan bukan di tingkat UP3 Bontang.

"Memang semua itu sudah kami sampaikan ke atasan memproses sesuai regulasi. Tetapi keputusannya ada di level organisasi pusat," jelasnya.

Luddie menegaskan tak ingin beri janji sebelum ada keputusan resmi.

"Saya dengan jujur menyatakan bahwa belum ada kompensasi. Daripada saya harus bicara janji manis, lebih baik saya sampaikan memang belum," tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :