PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pangkas Pos Mubazir Tahun Depan, Formula "APBD Cerdas" ala Andi Harun

Home Berita Pangkas Pos Mubazir Tahun ...

Pangkas Pos Mubazir Tahun Depan, Formula "APBD Cerdas" ala Andi Harun
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan telah mengantisipasi stagnasi APBD tahun depan dan memangkas pos belanja yang boros. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda— Wali Kota Samarinda Andi Harun mulai mengambil ancang-ancang serius terkait pengelolaan APBD tahun depan. Menyadari ketatnya ruang fiskal imbas stagnasi pertumbuhan anggaran pusat, ia memastikan untuk segera menghentikan budaya belanja yang boros dan bersiap menghadapi kelumpuhan anggaran daerah.

Langkah ini menjadi fondasi lahirnya konsep APBD Cerdas yang kini digaungkan Pemkot Samarinda. Strategi mitigasi ini dirancang untuk merombak struktur prioritas belanja, demi memastikan pelayanan publik dan pembangunan kota tetap berjalan maksimal di tengah keterbatasan anggaran.

Berdasarkan analisisnya terkait proyeksi RAPBN, kenaikan Transfer ke Daerah (TKD) secara nasional diproyeksikan tidak signifikan lantaran harus dibagi ke 38 provinsi dan 542 kabupaten/kota. Andi Harun mengingatkan bahwa postur anggaran Samarinda untuk tahun-tahun ke depan diperkirakan stagnan.

"Artinya komposisi APBD kita itu belum banyak berubah," ujarnya belum lama ini.

Melihat situasi tersebut, ia menegaskan pemerintah daerah tidak lagi memiliki banyak pilihan selain melakukan pembenahan mendasar terhadap pola pengelolaan anggaran. Sebab itu, Andi Harun meyakini langkah efisiensi dan mitigasi adalah jalan keluar.

“Efisiensi itu bukan berarti berhenti berbelanja tapi berani berhenti boros," tegasnya.

Orang nomor satu di Samarinda itu pun tak menampik mengenai kondisi riil yang ada di lingkungan pemerintah. Secara blak-blakan Andi Harun memaparkan anggaran makan-minum kegiatan pemerintahan di tahun sebelumnya yang menembus hingga angka Rp90 miliar lebih. Belum lagi ditambah pos anggaran perjalanan dinas yang dinilai boros.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan berasal dari pajak dan retribusi masyarakat. Sebab itu ia meminta agar pemerintah tetap melakukan introspeksi pada setiap kebijakan.

“Nanti kalau masyarakat tahu berefek pada keengganan membayar pajak dan retribusi," tambahnya.

Sebagai langkah penyelamatan, Pemkot Samarinda kini tengah merancang skema APBD Cerdas untuk mengelola estimasi anggaran yang diproyeksikan berada di kisaran Rp3,3 triliun. Alih-alih bersifat konsumtif, struktur anggaran ini akan dirombak total menjadi jauh lebih produktif melalui pembagian porsi yang sangat ketat melalui sebuah narasi kebijakan baru.

Fokus terbesar anggaran akan dialokasikan untuk dua sektor utama, masing-masing sebesar 30 persen. Porsi 30 persen pertama dikunci untuk sektor pelayanan dasar seperti peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat, sementara 30 persen lainnya dialokasikan untuk pos birokrasi dan operasional pemerintahan guna memastikan administrasi berjalan lebih ramping dan efisien.

Selanjutnya, porsi sebesar 20 persen akan diarahkan khusus untuk pembangunan infrastruktur prioritas, termasuk program penanggulangan banjir dan konektivitas jalan kota. Untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, pemerintah mengalokasikan 10 persen anggaran demi penguatan ekonomi dan stimulus UMKM. Sisa anggaran kemudian dibagi rata masing-masing sebesar 5 persen untuk dana cadangan serta mitigasi risiko fiskal, dan 5 persen sisanya untuk inovasi daerah demi menjaga keberlanjutan transformasi teknologi Smart City.

Bagi Andi Harun, reformasi anggaran melalui strategi APBD Cerdas ini bukan lagi sebuah pilihan politik atau imbauan semata, melainkan insting untuk bertahan hidup menghadapi dinamika ke depan.

"Kalau keadaan berubah kita tidak berubah ya tunggu saja shutdown-nya," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :