PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pesisir Kaltim Sempat Waspada, Gempa Susulan Masih Beruntun di Utara Sulawesi

Home Berita Pesisir Kaltim Sempat Was ...

Sehari setelah peringatan dini tsunami dikeluarkan untuk sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur, aktivitas gempa di sekitar Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih berlanjut. BMKG mencatat sedikitnya 15 gempa susulan terjadi dengan kekuatan magnitudo 3,8 hingga 4,9.


Pesisir Kaltim Sempat Waspada, Gempa Susulan Masih Beruntun di Utara Sulawesi
ILUSTRASI petugas BMKG memantau aktivis seismik. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Aktivitas kegempaan di wilayah utara Sulawesi masih terus berlangsung pascagempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang perairan selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 15 gempa susulan mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sejak Senin malam hingga Selasa pagi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG, gempa-gempa susulan tersebut berkekuatan antara magnitudo 3,8 hingga 4,9.

Gempa terbaru tercatat berkekuatan magnitudo 4,1 dengan pusat gempa berada pada koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG memastikan rangkaian gempa susulan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, lembaga tersebut mengingatkan bahwa informasi yang dirilis mengutamakan kecepatan sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring kelengkapan data yang masuk.

Sebelumnya, gempa kuat magnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Hasil pemodelan BMKG saat itu menunjukkan potensi gelombang tsunami yang dapat memengaruhi sejumlah daerah pesisir di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur.

Tiga wilayah pesisir Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, dan Kabupaten Berau, sempat masuk dalam kategori waspada tsunami.

BMKG ketika itu mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun muara sungai yang terhubung langsung ke laut.

Gempa utama yang terjadi Senin pagi tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman 47 kilometer akibat aktivitas subduksi lempeng. Analisis BMKG menunjukkan mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault).

Selain memicu peringatan tsunami, guncangan gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara hingga Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas berbeda-beda.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan signifikan akibat rangkaian gempa tersebut. Namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari kanal-kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :