PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hadapi El Nino, IKN Pasang Sensor Karhutla di 7 Titik Rawan

Home Berita Hadapi El Nino, Ikn Pasan ...

Otorita Ibu Kota Nusantara mengaktifkan sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan berbasis sensor di tujuh kawasan strategis untuk mengantisipasi musim kemarau kering yang diperkirakan meningkat pada 2026. 


Hadapi El Nino, IKN Pasang Sensor Karhutla di 7 Titik Rawan
Proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (2/1). Wilayah-wilayah rawan karhutla disebut berada di sekitar IKN. (ANTARA FOTO/Ario Tanoto)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengaktifkan sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi. Sebanyak tujuh sensor dipasang di kawasan delineasi IKN sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau kering akibat El Nino.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw mengatakan selain penguatan teknologi, OIKN juga memperkuat infrastruktur pemadaman serta kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan IKN.

“Selain melakukan mitigasi karhutla berbasis teknologi, kami juga melakukan penguatan infrastruktur pemadaman kebakaran hingga berkolaborasi dengan masyarakat dan lintas pemangku kepentingan,” ujar Troy di Nusantara, ditulis Jumat (15/5).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan aktivitas masyarakat di IKN di tengah potensi cuaca ekstrem pada musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data paparan BMKG yang disampaikan OIKN, musim kemarau di wilayah IKN pada 2026 diperkirakan bersifat bawah normal, yang berarti curah hujan lebih rendah dari rata-rata sehingga kondisi menjadi lebih kering dan meningkatkan potensi kekeringan serta karhutla.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 mm. Dalam periode tersebut, sejumlah titik panas juga terpantau terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, OIKN menyusun strategi pengendalian karhutla yang mencakup tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, OIKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan, serta memperkuat pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Sementara pada tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, OIKN mengoptimalkan penggunaan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla.

Pemantauan dilakukan secara real time melalui Command Center OIKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button untuk mempercepat respons penanganan jika terjadi indikasi kebakaran. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :