Legislator asal Kalimantan Timur yang juga pernah aktif sebagai aktivis ini mengakui bahwa upaya menyuarakan kepentingan publik hingga kini masih menghadapi risiko yang besar.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengutuk keras penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, yang dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil.
Hetifah menyatakan serangan menggunakan air keras oleh orang tidak dikenal terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Diserang dengan air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab adalah sesuatu yang tidak layak untuk diterima, ataupun ancaman-ancaman lainnya,” kata Hetifah dalam diskusi bertajuk Smart Journalism di Jakarta, Minggu (16/3).
Hetifah, legislator asal Kalimantan Timur yang juga pernah aktif sebagai aktivis ini mengakui bahwa upaya menyuarakan kepentingan publik hingga kini masih menghadapi risiko yang besar.
Menurut Hetifah, aktivis maupun jurnalis memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi sehingga harus mendapatkan perlindungan.
“Para aktivis dan jurnalis adalah pilar utama demokrasi yang harus dilindungi,” ujarnya.
Hetifah juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa Andrie Yunus dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya ingin menyampaikan keprihatinan saya atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus, aktivis KontraS,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tidak dikenal. Andrie mengalami luka bakar pada tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatannya.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas isu militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Berdasarkan informasi awal, insiden itu terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, ketika korban sedang mengendarai sepeda motor.
Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati korban dan menyiramkan cairan yang diduga air keras sebelum melarikan diri.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.


