EKSPOSKALTIM - Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengingatkan para pemudik agar tidak mengabaikan sahur, pemeriksaan kesehatan, dan waktu istirahat sebelum perjalanan agar kondisi fisik tetap prima selama arus mudik.
Departemen Kesehatan Dewan Masjid Indonesia menilai banyak pemudik setiap tahun lebih fokus menyiapkan kendaraan atau tiket perjalanan, namun sering mengabaikan kesiapan kondisi tubuh mereka sendiri.
Ketua Departemen Kesehatan DMI Prasetyo Widhi Buwono mengatakan kesiapan fisik sebelum dan selama perjalanan menjadi faktor penting agar perjalanan mudik berlangsung aman.
“Kesiapan fisik sebelum dan selama perjalanan mudik sangat penting. Jutaan pemudik setiap tahun sering hanya mempersiapkan kendaraan, tetapi abai terhadap kondisi tubuh mereka sendiri,” kata Prasetyo dalam keterangan di Jakarta, Ahad (16/3).
Ia mengingatkan pemudik agar tidak melewatkan makan sahur serta memastikan tubuh mendapat waktu istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan jauh.
Selain itu, pemudik juga disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan maupun di posko kesehatan yang tersedia di berbagai titik keberangkatan.
DMI juga membuka layanan skrining kesehatan sederhana di sejumlah masjid bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah bagi jamaah setelah shalat tarawih.
Menurut Prasetyo, jamaah yang terdeteksi mengalami hipertensi atau diabetes akan diarahkan untuk menjalani pengobatan rutin sekaligus mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Masjid bukan hanya tempat ibadah. Kami ingin masjid juga menjadi pusat kesehatan jamaah. Dengan skrining sederhana di masjid, kasus hipertensi dan diabetes yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi serius,” ujarnya.
Selain menjaga kesehatan tubuh, pemudik juga diimbau menyiapkan perlengkapan dasar selama perjalanan, seperti kotak pertolongan pertama, bekal makanan bergizi, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
Bagi pengendara kendaraan pribadi, DMI menyarankan untuk beristirahat secara berkala guna mencegah kelelahan selama perjalanan. Pengendara mobil dianjurkan berhenti setiap tiga hingga empat jam, sedangkan pengendara sepeda motor sebaiknya beristirahat setiap dua jam.
Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah posko kesehatan selama masa Angkutan Lebaran 2026 di berbagai titik transportasi di ibu kota.
Posko tersebut tersebar di tujuh terminal bus, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Grogol, Terminal Lebak Bulus, dan Terminal Muara Angke.
Selain itu, layanan kesehatan juga tersedia di Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Stasiun Jakarta Kota, serta di Pelabuhan Kali Adem dan Pelabuhan Muara Angke. (Ant)


