EKSPOSKALTIM, Samarinda - Arus investasi ke Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai Rp87,78 triliun hingga Desember 2025. Minat investor asing menjadi salah satu penopang utama capaian tersebut, yang sekaligus mengantarkan Kaltim melampaui target nasional sebesar Rp79,86 triliun atau tercapai 109 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana, mengatakan keberhasilan melampaui target nasional tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan investor, termasuk dari luar negeri, terhadap iklim usaha di Benua Etam.
“Realisasi investasi hingga Desember 2025 kami catat sebesar Rp87,78 triliun. Angka ini melampaui target nasional yang dipasang sebesar Rp79,86 triliun untuk Kaltim, atau tercapai 109 persen,” ujar Fahmi di Samarinda, Jumat (23/1) dikutip dari antara.
Ia menjelaskan pemerintah daerah secara aktif mempromosikan potensi Kalimantan Timur melalui berbagai forum dan kerja sama internasional. Salah satu upaya yang konsisten dilakukan adalah penyelenggaraan Mahakam Investment Forum serta penguatan kemitraan strategis dengan Provinsi Anhui, Tiongkok.
Selain itu, pendekatan jemput bola juga dilakukan melalui kunjungan lapangan langsung untuk meyakinkan calon investor mengenai kepastian berusaha dan kondusivitas iklim investasi di daerah. “Pemerintah daerah tidak hanya menunggu, tetapi aktif meyakinkan investor bahwa Kalimantan Timur memiliki peluang usaha yang menjanjikan,” kata Fahmi.
Partisipasi dalam berbagai pameran investasi bertaraf internasional turut memperluas jangkauan promosi kepada investor asing. Mahakam Investment Forum, menurut Fahmi, telah menjadi etalase penting untuk memaparkan peluang bisnis di berbagai sektor unggulan.
Dari sisi komposisi, realisasi investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp70,92 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp16,86 triliun. Kinerja PMDN yang kuat turut mengantarkan Kalimantan Timur masuk dalam jajaran lima besar nasional.
Adapun tiga negara dengan nilai investasi terbesar di Kalimantan Timur yakni Singapura sebesar Rp4,9 triliun, disusul Mauritius Rp3,44 triliun, dan Malaysia Rp1,85 triliun.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, pertambangan masih menjadi magnet utama investasi, diikuti industri kimia dan sektor pangan. Sementara secara wilayah, aliran modal terkonsentrasi di Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Ketiga daerah tersebut masih menjadi destinasi favorit investor,” ujar Fahmi.
Ia menambahkan derasnya arus investasi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 92.133 tenaga kerja baru terserap di Kalimantan Timur.
Meski target resmi investasi tahun 2026 belum ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis tren positif tersebut dapat dipertahankan.
“Kami berkomitmen menjaga momentum ini dengan strategi promosi yang terukur serta pelayanan perizinan yang prima. Sektor pertambangan dan perkebunan masih akan menjadi andalan,” kata Fahmi.


