EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memastikan bantuan insentif untuk guru non-ASN di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP tetap berlanjut pada 2026 dan berkesinambungan hingga masa jabatannya berakhir pada 2030.
"Jangan ragu, insya Allah sepanjang Rudy-Seno masih memimpin Kalimantan Timur, selama kurun 2025–2030, insentif guru non-ASN akan tetap kami berikan," kata Rudy di Balikpapan, dikutip Selasa (18/17), dari ANTARA.
Sepanjang Januari hingga November 2025, Pemprov Kaltim telah menyalurkan insentif sebesar Rp68,3 miliar bagi guru non-ASN yang mengajar di PAUD, TK, SD, dan SMP. Bantuan juga mencakup guru RA, MI, MTs, serta ustadz dan ustadzah.
"Total guru yang telah menerima bantuan insentif untuk triwulan ketiga dan keempat mencapai 23.007 orang," ujar Rudy.
Meski pengelolaan sekolah berada di kabupaten/kota, Rudy menegaskan komitmen Pemprov untuk membantu para guru non-ASN yang selama ini bergaji rendah. Janji ini disebut sudah mereka sampaikan sejak masa kampanye.
Tahun ini, Pemprov mengalokasikan Rp76,6 miliar untuk insentif guru non-ASN di seluruh jenjang tersebut. Masih tersisa Rp8 miliar yang akan disalurkan pada triwulan keempat.
Data penyaluran insentif Rp68,3 miliar tersebar di beberapa daerah: Samarinda 3.452 guru, Bontang 1.899 guru, Balikpapan 2.376 guru, Kutai Kartanegara 4.634 guru, Penajam Paser Utara 1.465 guru, Kutai Timur 4.175 guru, Berau 1.884 guru, Kutai Barat 561 guru, Mahakam Ulu 393 guru, dan Paser 1.704 guru.
"Mohon doanya demi kemanfaatan dan keberkahan Kalimantan Timur," tutup Rudy.


