Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Bontang mulai berdampak pada kebutuhan rumah tangga warga. Seorang ibu menyusui mengaku kehilangan persediaan ASIP setelah listrik padam berulang hingga berjam-jam dan membuat susu yang disimpan di freezer menjadi basi.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga berjam-jam mulai berdampak pada aktivitas warga Bontang.
Salah satu dampaknya dirasakan Eka, warga Kelurahan Berbas Pantai, yang harus kehilangan persediaan Air Susu Ibu Perah (ASIP) akibat listrik padam berulang.
Eka mengatakan dalam sehari pemadaman listrik terjadi hingga dua kali. Durasi setiap pemadaman juga cukup lama, bahkan mencapai sekitar tiga jam.
Kondisi itu membuat ASIP yang disimpan di freezer mencair. Padahal, ASIP tersebut disiapkan untuk kebutuhan anaknya.
"Kemarin itu mati dua kali dalam sehari, lalu waktunya itu bisa sampai 3 jam, jadinya mencair terus ASI-nya basi," ujarnya, Sabtu (15/8).
Ia juga mengaku tidak mendapatkan informasi sebelumnya mengenai jadwal pemadaman.
Karena itu, Eka berharap PLN dapat memberikan pemberitahuan yang lebih jelas apabila pemadaman bergilir masih berlangsung.
"Kalau memang harus padam, setidaknya dikasih tahu jam berapa sampai jam berapa, tapi jangan lah sampai dua kali sehari," harapnya.
Diketahui, Kota Bontang mengalami gangguan kelistrikan dan masih dalam penanganan.
Manager PLN ULP Bontang Kota, Rendra Alfian Raharjo, mengatakan kondisi sistem saat ini masih siaga dan proses pemulihan dilakukan secara bertahap.
Tim terkait, kata dia, masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sistem kelistrikan untuk memastikan pasokan kembali stabil dan andal.
"Terkait sampai kapannya, saat ini masih dalam kondisi siaga dan terus dipantau oleh tim terkait," tandasnya.


