PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Trauma Lestari, 6 Tahun Belajar di Alam Samboja Balik Kandang Saat Karhutla Datang

Home Berita Trauma Lestari, 6 Tahun B ...

Hutan kawasan Samboja sudah menjadi rumah Lestari. Lalu karhutla datang dan memaksanya kembali ke kandang yang membuatnya trauma. 


Trauma Lestari, 6 Tahun Belajar di Alam Samboja Balik Kandang Saat Karhutla Datang
Lestari, orangutan betina berusia 8,5 tahun, menjalani perawatan intensif di kandang darurat Kilometer 38, Samboja, Kalimantan Timur. Evakuasi akibat karhutla memicu stres berat hingga ia kehilangan nafsu makan. Foto: Yayasan Jejak Pulang untuk Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Forest School Yayasan Jejak Pulang, Samboja, Kutai Kartanegara, memaksa evakuasi darurat terhadap 11 orangutan rehabilitasi. Tim pemantau mengidentifikasi titik api berjarak kurang dari 2 kilometer dari kawasan rehabilitasi tersebut.

Evakuasi ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik satwa langka, tetapi juga memicu tekanan psikologis berat bagi salah satu orangutan bernama Lestari. Orangutan betina berusia 8,5 tahun itu menunjukkan indikasi stres berat setelah dipindahkan dari lingkungan hutan ke fasilitas kandang darurat di Kilometer 38 sejak awal September 2026.

Head Communications Yayasan Jejak Pulang, Melani Pedro menjelaskan bahwa pemindahan darurat tersebut menjadi pukulan emosional bagi Lestari. Proses evakuasi memaksa Lestari kembali ke situasi terkurung untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

Lestari, kata Melani pertama kali bergabung dalam program rehabilitasi pada Juli 2020. Saat tiba dulu, ia sangat stres akibat pengalaman trauma penangkapannya.

"Ketika dievakuasi pada 1 September lalu, ia harus kembali ke tempat yang membuatnya merasa sangat tidak bahagia dan ketakutan," ujar Melani, Kamis (24/9/2026).

Gelisah dan Hilang Nafsu Makan

Akibat beban trauma masa lalu yang kembali terpicu, Lestari menunjukkan perubahan perilaku signifikan di dalam kandang. Ia terus-menerus gelisah, enggan berdiam diri, senantiasa waspada, hingga mengalami penurunan nafsu makan secara drastis.

Tingkat kecemasan Lestari kian diperparah oleh hilangnya kendali atas ruang gerak bebas serta kebisingan lingkungan luar kandang, seperti deru mesin las, musik dari warung sekitar, dan kondisi ruang yang lebih padat. Kondisi ini membuat Lestari sempat tak mampu berinteraksi baik dengan kawanannya hingga terpaksa diisolasi di kandang terpisah.

Di dalam kandang, Lestari tidak memiliki kendali yang sama atas lingkungannya dan kemungkinan merasa terkurung. "Ia juga merindukan suasana damai di hutan. Karena sangat stres, ia tidak dapat berinteraksi dengan baik dengan kawanannya, sehingga kami berikan kandang tersendiri," terangnya.

Pendampingan Caregiver dan Pengayaan Lingkungan

Untuk memulihkan kondisi mental dan kesehatan Lestari, Yayasan Jejak Pulang bersama BKSDA Kaltim menerapkan metode perawatan berbasis individu (individual-based care).

"Kami menugaskan caregiver (pengasuh) yang sudah dekat dengannya untuk memberikan pendampingan intensif," ungkap Melani.

Kehadiran pengasuh sangat membantu menenangkannya dan membuat ia mau beristirahat, termasuk saat dirawat dan disisir bulunya.

Selain pendampingan emosional, tim juga memberikan pengayaan lingkungan (social, physical, and occupational enrichment) seperti merakit struktur liana, hammock, dahan pembuat sarang, serta metode extractive foraging untuk mengasah kognitif sekaligus mengalihkan rasa cemas Lestari.

"Kami berikan batok kelapa berongga yang diisi puree kentang, yang harus mereka keluarkan menggunakan alat. Aktivitas ini menstimulasi kemampuan kognitif, membangun kesabaran, sekaligus membuat waktu mereka di kandang lebih bermakna," urai Melani.


Kondisi 11 Orangutan dan Ancaman Karhutla

Melani memastikan kondisi fisik 11 orangutan yang dievakuasi secara umum dalam keadaan sehat di bawah pengawasan rutin tim medis dan dokter hewan. Pihaknya juga memperketat kualitas konsumsi dengan menyediakan air galon steril akibat air pompa di lokasi evakuasi tidak memenuhi kriteria aman.

Sementara itu, kondisi di area Forest School tempat mereka belajar masih dibayangi ancaman karhutla aktif. Tim pemantau mengidentifikasi titik api berjarak kurang dari 2 kilometer dari kawasan rehabilitasi.

"Tim kami terus melakukan patroli rutin untuk mencegah kebakaran dan aktivitas ilegal. Pembuatan sekat bakar (firebreak) juga terus digencarkan bersama Manggala Agni dan P2HB," tegasnya.

Pengelola berharap penanganan karhutla dapat berjalan efektif agar seluruh orangutan, khususnya Lestari, bisa secepatnya dikembalikan ke habitat aslinya.

"Hutan adalah rumah mereka yang sebenarnya. Kami berupaya memulihkan tingkat stres Lestari sampai situasi lingkungan benar-benar aman baginya untuk kembali belajar di alam bebas," kata Melani.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :