EKSPOSKALTIM, Grogot - Pencarian terhadap Muhammad Helmi (35), warga RT 006 Desa Kerang, Batu Engau, Kabupaten Paser, memasuki hari kedua, Selasa (20/1). Hingga sore hari, korban yang hilang usai disambar buaya saat menjala udang di Sungai Sangkuranai belum ditemukan.
Sementara itu, Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto mengatakan operasi pencarian pada hari kedua dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita karena hasil pencarian belum membuahkan temuan. Ia menjelaskan, selain ancaman buaya, tim SAR dan aparat gabungan juga menghadapi kendala alam di lapangan. “Anak sungai banyak cabangnya, kalau air surut, kita tidak bisa menjangkau," kata Hadi.
Komandan Regu Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan, Dwi Adi Wibowo, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di lokasi kejadian.“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan menyisir alur sungai dan memperluas area pencarian hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Dwi, dikutip dari antara.
Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama ancaman buaya yang masih terlihat di sekitar lokasi serta kondisi arus sungai yang berubah-ubah. Faktor tersebut membuat tim harus ekstra berhati-hati dalam setiap pergerakan.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel mengingat adanya ancaman buaya. Namun demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal sesuai rencana operasi,” katanya.
Peristiwa bermula pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Rekan korban melaporkan mendengar teriakan dari arah tepi Sungai Sangkuranai, lalu melihat Helmi yang tengah mengumpulkan udang hasil tangkapan diseret buaya ke sungai.
Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Batu Engau. Warga bersama aparat kepolisian langsung melakukan pencarian awal, namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Laporan resmi baru diterima Kantor Basarnas Balikpapan pada pukul 20.55 Wita.
Koordinasi kemudian dilakukan dan pada pukul 21.10 Wita tim rescue bergerak menuju lokasi. Perjalanan menuju Batu Engau yang berjarak sekitar 170 kilometer dari Balikpapan ditempuh selama kurang lebih lima jam 40 menit sebelum tim bergabung dengan unsur SAR setempat.
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan kembali menyisir Sungai Sangkuranai menggunakan perahu karet dan perahu nelayan. Area pencarian diperluas hingga dua kilometer ke arah muara sesuai rencana operasi.
Hingga Selasa sore, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan dukungan warga dan aparat setempat. Basarnas Balikpapan menyatakan pencarian akan diteruskan hingga korban ditemukan atau sesuai ketentuan operasi SAR yang berlaku.


