PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pemicu Inflasi Sekitar IKN Melonjak Jelang Lebaran

Home Berita Pemicu Inflasi Sekitar Ik ...

Kenaikan permintaan selama Ramadan dan gangguan pasokan akibat musim hujan mendorong inflasi di Balikpapan mencapai 0,75 persen (mtm). Sementara Penajam Paser Utara mencatat inflasi lebih tinggi sebesar 0,89 persen.


Pemicu Inflasi Sekitar IKN Melonjak Jelang Lebaran
Inflasi terjadi menjelang Ramadan 2026 di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara. Foto: Detik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Peningkatan inflasi di Balikpapan terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,27 persen. Sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain angkutan udara, emas perhiasan, cabai rawit, LPG, dan kangkung.

Lonjakan harga tiket pesawat terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, sementara harga emas mengikuti tren global. Di sisi pasokan, harga cabai rawit naik karena distribusi dari Jawa dan Sulawesi terganggu cuaca, sedangkan LPG mengalami keterbatasan pasokan.

Di Penajam Paser Utara, inflasi lebih tinggi didorong kelompok yang sama dengan andil 0,68 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi ikan layang, cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, dan buncis. Kenaikan harga ikan layang dipicu kondisi cuaca buruk yang membuat nelayan tidak melaut.

Kepala Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengingatkan tekanan inflasi masih berpotensi berlanjut hingga pasca-Lebaran 2026. “Risiko pasokan masih tinggi, terutama untuk sayur-mayur dan hasil laut. Ini yang harus kita jaga agar tekanan harga tidak berlanjut,” ujarnya.

 

Menurutnya, puncak musim hujan dan gelombang laut tinggi menjadi faktor utama yang dapat mengganggu distribusi, di tengah lonjakan permintaan musiman Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk menahan laju inflasi, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan sejumlah langkah, antara lain operasi pasar, pasar murah, pemantauan harga, penguatan peran BUMD pangan, serta kerja sama pasokan antardaerah. Masyarakat juga diimbau berbelanja secara bijak.

Di tengah tekanan inflasi, beberapa komoditas justru mencatat penurunan harga pada Februari, seperti Pertamax, bawang merah, daging ayam ras, sawi hijau, dan baju muslim anak. Harga Pertamax sempat turun Rp550 per liter menjadi Rp12.100 sejak 1 Februari 2026.

Namun memasuki Maret, harga Pertamax kembali naik Rp500 menjadi Rp12.600 per liter.

Sementara itu, di Penajam Paser Utara, deflasi terjadi pada kelompok transportasi. Sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, ikan tongkol, bensin, cumi-cumi, dan bayam, seiring meningkatnya pasokan menjelang musim panen. (Ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :