Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mulai menyeberang ke langit Balikpapan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai melintas dan menyelimuti kawasan langit Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/8).
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa fenomena kabut asap yang melintas di atas Kota Balikpapan bersifat tidak signifikan dan cenderung cepat terurai.
"Sifatnya cepat hilang karena asap ini merupakan kiriman dari Kalimantan Selatan," ujar Djoko saat dikonfirmasi, Senin (31/8).
BMKG mencatat cuaca dan jarak pandang (visibility) penerbangan di Kota Balikpapan masih tergolong relatif aman pada level 10 kilometer. Hal ini didorong oleh minimnya titik api lokal serta embusan angin ke arah timur dan utara yang membantu mencerai-beraikan gumpalan asap.
Dua Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan
Kendati jarak pandang Balikpapan masih kondusif, Djoko mengungkapkan bahwa konsentrasi titik api terbesar di Kalimantan Timur saat ini berada di Kabupaten Berau. Kebakaran di kawasan tersebut sempat menekan jarak pandang ke level bahaya.
"Sifat kebakaran di Berau itu lokal dan apinya sulit dipadamkan. Kemarin jarak pandangnya sempat turun sampai 3,5 kilometer dan masuk kategori bahaya," terangnya.
Dampak buruk kabut asap di wilayah lain Kalimantan pun berimbas pada lalu lintas udara. Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mencatat ada dua penerbangan yang terpaksa dialihkan (divert) akibat buruknya jarak pandang di bandara tujuan.
"Penerbangan yang dialihkan ke Balikpapan itu tujuan Pontianak dan Banjarmasin," sebut Djoko.
Dinkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan ISPA
Menyikapi masuknya paparan asap dan dinamika musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan langsung mengambil langkah preventif dengan menerbitkan surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa walau tren ISPA di Balikpapan belum menunjukkan kenaikan drastis, langkah antisipasi harus segera dijalankan di seluruh lini pelayanan kesehatan. "Balikpapan memang ISPA selalu paling banyak walaupun tidak ada kasus kebakaran," kata dia.
Alwiati juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan dan penderita penyakit respirasi seperti asma, untuk lebih disiplin menjaga kondisi tubuh.
"Kami mengimbau masyarakat supaya aware dengan kesehatannya sendiri. Yang memiliki penyakit asma harus menggunakan masker supaya tidak terpapar asap. Selain ISPA, diare juga biasanya ikut meningkat saat pancaroba," imbaunya.



