EKSPOSKALTIM, Mahulu - Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dinilai memiliki pontensi alam yang mumpuni dari sektor perkebunan kakao. Dinilai kakao Mahulu ini memiliki kualitas nomor satu se Kalimantan. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mahulu, Melkior Paron Tingan.
"Produksi kakao Mahulu ini memang memiliki kualitas yang terbaik, dan ini sudah pernah kita uji di salah satu laboraturium di daerah Jember. Kakao kami dinilai memiliki kualitas nomor wahid bahkan se-Indonesia. Selain itu, produksi kakao Mahulu ini cukup stabil," kata pria yang akrab dipanggil Paron ini kepada eksposkaltim, Rabu (30/11) siang.
Selain memiliki kualitas terbaik kata dia, penghasilan kakao dalam setiap bulannya pun menunjukan perkembangan yang signifikan. Dari 1 hektar luas perkebunan kakao, dalam masa panennya mampu menghasilkan 1 ton biji kakao dalam satu bulannya.
Menurut catatnya, Kabupaten Mahulu memiliki dua daerah yang dinilai sebagai surga dari tanaman kakao, diantaranya Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Dengan perkiraan luas derah ratusan hektar, daerah ini mampu menghasilkan ribuan ton kakao dalam satu kali masa panen, menjadikan daerah ini sangat istimewa.
Menyadari hal tersebut, sebagai wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan pembangunan, pihaknya pun menjadikan sektor tersebut sebagai program prioritas, untuk perkembangan produksi kakao kedepannya. Diakui, Komisi II berupaya menjadikan Mahulu sebagai daerah sentra kakao di kepulauan Kalimantan.
"Kami dari komisi II memang memfokuskan pada sektor pertanian dan perkebunan, khususnya saya yang sangat memperjuangkan potensi kakao. Langkah kedepannya, kita akan upayakan untuk memberdayakan perkebunan kakao ini, mulai dari hasil kebun, lahan, dan para petani," ungkapnya. (Adv)

