EKSPOSKALTIM.com, Bone - Perhitungan suara Pilkada Bupati - Wakil Bupati Bone berlangsung seru. Paslon Andi Fahsar M Padjalangi - Ambo Dalle (Tafadal) mendapat perlawanan signifikan dari kotak kosong.
Dari hasil perhitungan suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di kecamatan kota Kabupaten Bone, nampak kotak kosong mendapat suara tertinggi dibanding paslon petahana tersebut.
Baca: Kebablasan Tik Tok, Bidan Ini Dikecam Obok-obok Pipi Bayi Pasien
Di TPS 2 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur misalnya, kotak kosong unggul 18 suara dari Tafadal. Kotak kosong mendapat 114 suara, sementara Tafadal 96 suara.
Berdasarkan data yang diperoleh, dari semua TPS yang ada di Kelurahan Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur, kotak kosong meraih suara terbanyak dengan jumlah 639 suara. Tafadal 552 suara.
Kendati demikian, dari keseluruhan jumlah suara sah di 1.523 TPS Kabupaten Bone, Tafadal unggul telak dari kotak kosong. Berdasarkan quick count internal Tafadal, pihaknya memperoleh 62,06 persen dan kotak kosong 37,94 persen.
Ketua LSM Latenritatta Mukhawas Rasyid mensinyalir adanya kecurangan dalam kekalahan kotak kosong. Dan hal itu kemungkinan terjadi di daerah terluar atau terjauh dari kota Watampone, Kabupaten Bone
"Dari semua laporan yang masuk ke saya, kita (kotak kosong) menang. Kalaupun kalah, saya duga kita kalah curang," ujar Mukhawas yang ditemui di Warkop 21, Bone, Rabu (27/6) sore tadi.
Menurutnya, dugaan kecurangan itu bukan tanpa alasan. Misalnya saja di Kecamatan Bontocani, di daerah ini tiba-tiba mengalami mati lampu cukup lama. Akibatnya, akses informasi terkait perhitungan suara jadi terhambat.
Baca: Unggul di Quick Count, Isran Noor Akan Penuhi Janji
"Kalau terbukti ada kecurangan, saya akan perkarakan," tegasnya.
Terpisah, Ketua Wartawan Independen Bone, Azran menanggapi terkait kemenangan kotak kosong di sejumlah daerah. Menurutnya, pilkada ini seyogyanya menjadi ajang instropeksi bagi petahana untuk melakukan perbaikan ke depannya.
"Di daerah yang perolehan suaranya unggul kotak kosong, bisa dijadikan indikator bahwa masyarakatnya tidak suka dengan kinerja pemerintah sebelumnya. Yah, harus diperbaikilah. Jangan karena ini lantas mereka tak diperhatikan," pungkasnya.
Video APDESI Bone Ngadu Soal Data Rastra ke DPRD
ekspos tv

