Bontang, EKSPOSKALTIM – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyoroti tren kasus kesehatan jiwa yang terus meningkat tiap tahun. Ia mengingatkan Indonesia bisa menghadapi bencana bonus demografi pada 2030 jika persoalan ini tak segera ditangani serius.
“Jangan sampai kita hanya bicara bonus demografi, tapi di sisi lain jumlah orang dengan masalah kesehatan jiwa (ODMK) dan gangguan jiwa (ODGJ) ikut meningkat,” ujarnya saat membuka Sosialisasi dan Advokasi Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Rabu (3/9).
Agus menekankan kesehatan tidak boleh hanya dilihat dari fisik, tapi juga mental, sosial, dan spiritual. “Kita harus melihat seseorang itu secara utuh, bukan hanya fisiknya saja,” katanya.
Menurutnya, TPKJM dibentuk untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong partisipasi semua pihak. Program ini diharapkan tak berhenti di sosialisasi, tapi diimplementasikan nyata sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Dengan kerja sama semua pihak, kesehatan jiwa masyarakat Kota Bontang bisa meningkat. Semoga TPKJM benar-benar berjalan optimal,” tutup Agus.

