EKSPOSKALTIM, Luwu Timur, Sulsel - Sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), AKP Muhammad Idris intens melakukan patroli di wilayah pengawasannya baik siang maupun malam.
Kendati baru berjalan 20 hari menjadi Kapolsek Mangkutana, namun Muhammad Idris lebih aktif terjun langsung kelapangan.
Hal ini dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan beberapa stakeholder, termasuk tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan beberapa lembaga yang aktif, tak terkecuali menjalin kemitraan dengan media.
"Terciptanya rasa aman dibutuhkan peran serta masyarakat, termasuk dari wartawan yang selalu memberi informasi",kata AKP Muhammad Idris S.H saat ditemui diruangannya, Kamis (2/2/17) siang tadi.
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolsek, Muhammad Idris menerapkan prinsip untuk anggotanya "Satu Untuk Semua, dan Semua Untuk Satu" yang diartikan bahwa satu anggota milik semua masyarakat dan begitupun sebaliknya.
Membawahi 4 kecamatan dengan jumlah personel berpakaian dinas sebanyak 28 orang, bukan menjadi kendala untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Berbagai trik telah disiapkan, diantaranya menempatkan anggota sesuai dengan tupoksinya. "Menempatkan anggota sesuai tupoksinya dan bekerja sama dengan yang lain, karena polsek Mangkutana terdiri dari satu tim, bukan banyak tim", ujar Kapolsek Idris.
Sebelum menjadi Kapolsek Mangkutana, Muhammad Idris pernah menjadi Kapolsek Kajuara, Kabupaten Bone selama 2 tahun 10 bulan. Namun sebelum itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kasubag Bin Ops di Polres Luwu Timur selama 8 bulan, dan Kapolsek Towuti, Luwu Timur selama 2 tahun 6 bulan.

