Setelah sempat memicu demo ratusan sopir truk, antrean panjang solar di SPBU KM 15 Balikpapan mulai terurai. Penambahan kuota Bio Solar hingga hampir dua kali lipat.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Situasi antrean kendaraan di SPBU Kilometer 15 Balikpapan mulai menunjukkan tren penurunan signifikan. Sejak Senin (4/5/2026) malam, SPBU yang terletak di poros Balikpapan-Samarinda ini resmi memperpanjang operasional menjadi 24 jam serta menerima tambahan kuota harian Bio Solar dari Pertamina.
Langkah ini merupakan respons cepat setelah ratusan sopir truk menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Senin sore lalu. Dalam aksinya, para sopir menuntut peningkatan kuota dan jam operasional di SPBU KM 13 serta KM 15 guna mengakhiri antrean yang berlangsung berhari-hari.
Kuota Meningkat Drastis
Pengawas SPBU KM 15, Abd Hafid, mengungkapkan bahwa pasokan harian Solar melonjak hampir dua kali lipat pasca-aksi tersebut. Jika sebelumnya jatah harian hanya 24 ton, kini SPBU menerima pasokan hingga 40-48 ton per hari.
"Pengaruhnya antrean berkurang dan tidak sepadat sebelumnya. Jika dulu antrean bisa mengular 2-3 kilometer, sekarang situasi mulai terurai," ujar pria yang akrab disapa David tersebut, Jumat (8/5/2026).
Meskipun kuota ditambah, David menyebut tingginya kebutuhan membuat stok biasanya tetap habis pada pukul 00.00 WITA. Pembatasan volume tetap diberlakukan, yakni 120 liter untuk truk roda enam, 60 liter untuk angkutan umum, dan 40 liter untuk kendaraan pribadi.
Bantahan Isu Kupon Antrean
Terkait kabar miring adanya praktik antrean melalui kupon, David secara tegas memberikan bantahan. Ia memastikan penyaluran tetap menggunakan sistem barcode MyPertamina dan STNK sesuai regulasi pemerintah.
"Tidak ada penggunaan kupon sama sekali. Memang sempat ada permintaan agar menggunakan kupon, tapi saya tolak. Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan kemarin untuk memastikan hal tersebut," tegasnya.
Guna mendukung operasional penuh, manajemen mengoptimalkan 11 operator yang dibagi dalam dua sif (06.00-14.00 WITA dan 14.00-06.00 WITA). David memilih memberdayakan staf yang ada dengan kompensasi honor tambahan daripada merekrut tenaga baru yang membutuhkan waktu pelatihan.
Namun, sebagai solusi jangka panjang, David menilai kunci utama penguraian antrean di Balikpapan adalah penambahan titik distribusi.
"Kepadatan terjadi karena hanya dua SPBU yang melayani solar di area ini. Penambahan SPBU penyedia solar di titik lain adalah langkah paling efektif untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu lokasi," pungkasnya.



