PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cerita Sopir Truk Balikpapan-Berau: Dulu Menginap 2 Malam, Antre Solar Kini Cukup Sehari

Home Berita Cerita Sopir Truk Balikpa ...

Dua malam tidur di kabin truk, mandi seadanya di pinggir jalan, hingga cemas kehabisan Solar saat antrean belum bergerak menjadi rutinitas sopir lintas Balikpapan–Berau selama berbulan-bulan.


Cerita Sopir Truk Balikpapan-Berau: Dulu Menginap 2 Malam, Antre Solar Kini Cukup Sehari
Amin Suradi (60), sopir truk ekspedisi rute Balikpapan-Berau. Foto: Ekspos/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Amin Suradi (60), sopir truk ekspedisi rute Balikpapan-Berau kini tidak perlu harus menghabiskan waktu hingga dua hari dua malam di pinggir jalan hanya untuk mendapatkan jatah Bio Solar subsidi.

Perubahan ini dirasakan Amin setelah pemerintah dan Pertamina merespons aksi demonstrasi ratusan sopir truk pada Senin (4/5/2026) lalu. Sejak Selasa kemarin, jatah Solar di dua titik krusial, yakni SPBU KM 13 dan KM 15 Balikpapan Utara mengalami penambahan. Bahkan di SPBU KM 15, kuot solar ditambah dua kali lipat menjadi 40 hingga 48 ton per hari serta beroperasi penuh 24 jam.

“Biasanya saya harus antre dua hari dan menginap di jalan. Sekarang sudah mendingan, cukup antre sehari,” ujar Amin saat ditemui di sela antrean SPBU KM 15, Jumat (8/5/2026).

Trauma Stok Habis di Tengah Antrean

Pria yang telah puluhan tahun melakoni profesi ini mengenang masa-masa sulit sebelum adanya penambahan kuota. Kala itu, antrean truk kerap mengular hingga 2 kilometer, mulai dari KM 13 hingga pintu masuk SPBU di KM 15.

Kondisi yang paling menyakitkan bagi para sopir adalah ketika stok Solar habis tepat saat truk mereka sudah mendekati pompa pengisian. "Kalau antre mulai dari KM 13, pas sampai SPBU biasanya stok sudah habis. Terpaksa kami harus menunggu sehari lagi di sana," kenangnya.

Perjalanan pulang-pergi (PP) Balikpapan-Berau bukanlah perkara mudah. Amin menjelaskan untuk menempuh rute tersebut dibutuhkan sedikitnya 500 liter Solar. Namun, adanya pembatasan pembelian maksimal 120 liter sekali isi memaksa para sopir melakukan siasat ekstra.

Lantaran kelangkaan Bio Solar terjadi hampir merata di sepanjang jalur menuju utara Kaltim, para sopir terpaksa antre berkali-kali untuk menyetok cadangan di jeriken besar sebelum memulai perjalanan.

“Kalau belum terkumpul 500 liter, kami tidak berani jalan. Risikonya besar karena di sepanjang jalan Solar sangat susah didapat. Kami tidak ingin mogok di tengah hutan,” ungkap Amin.

Harapan Penambahan Titik SPBU

Meski jam operasional 24 jam dan penambahan kuota sangat membantu, Amin menilai hal tersebut belum menjadi solusi permanen. Ia berharap pemerintah menambah jumlah SPBU yang melayani solar subsidi di Balikpapan.

Menurutnya, selama dua tahun terakhir, beban pelayanan logistik hanya bertumpu pada SPBU KM 13 dan KM 15, yang secara otomatis memicu penumpukan kendaraan.

“Karena cuma dua SPBU, makanya antrean tetap panjang. Kami berharap ada tambahan SPBU lain yang menjual Solar subsidi agar beban kendaraan terbagi dan antrean benar-benar hilang,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :