Saat api mulai membesar, terdapat lima orang penghuni yang berada di dalam bangunan tersebut.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Sebuah rumah di Perumahan Bangun Reksa, Blok D, Nomor 19, RT 17, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, ludes dilahap si jago merah pada Senin (11/5/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu arus pendek listrik ini mengakibatkan kerugian material sampai Rp1 miliar.
Peristiwa ini mulai menggegerkan warga sekitar pukul 05.30 WITA, sesaat setelah warga menunaikan ibadah salat Subuh. Material bangunan dan isi rumah yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh bagian bangunan sebelum sempat dipadamkan.
Ketua RT 17, Muhammad Yudhi, mengungkapkan bahwa kepulan asap dan api pertama kali terlihat saat warga masih berada di area masjid. Teriakan histeris warga yang meminta pertolongan memicu kepanikan di lingkungan perumahan tersebut.
Baca juga: Kaltim Memanas Ratusan Titik Muncul dalam Sehari
"Saya terima laporan tepat selesai salat Subuh. Ada teriakan kebakaran, kami yang masih di masjid langsung berlarian menuju lokasi dan segera menghubungi pihak pemadam," ujar Yudhi, Senin (11/5/2026).
Lima Penghuni Selamat dari Maut
Meski seluruh harta benda di dalam rumah tak terselamatkan, musibah ini dipastikan tidak memakan korban jiwa. Saat api mulai membesar, terdapat lima orang penghuni yang berada di dalam bangunan tersebut.
Beruntung, kelima penghuni berhasil mengevakuasi diri tepat waktu sebelum kobaran api menutup akses keluar rumah. "Alhamdulillah, semuanya sudah keluar menyelamatkan diri. Jadi tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil yang cukup besar," tambah Yudhi.
Baca juga: Kaltim Bertekad Kendalikan Karhutla lewa Kearifan Lokal
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengerahkan dua unit truk pemadam kebakaran dari Posko Balikpapan Utara ke lokasi kejadian. Petugas sempat berjibaku melawan api yang sudah terlanjur membesar. Upaya lokalisir api berhasil dilakukan sehingga kebakaran tidak merembet ke hunian lain di sekitarnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api, meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

