PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kaltim Bersiap Tinggalkan Tambang Mentah, Hilirisasi Jadi Mesin Baru

Home Berita Kaltim Bersiap Tinggalkan ...

Era tambang mentah di Kalimantan Timur perlahan mendekati batasnya. Hilirisasi industri didorong sebagai jalan keluar.


Kaltim Bersiap Tinggalkan Tambang Mentah, Hilirisasi Jadi Mesin Baru
ILUSTRASI tongkang batu bara. Foto: Bloomberg

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kalimantan Timur mulai memasuki fase penting transformasi ekonomi. Ketergantungan pada sektor tambang mentah dinilai tidak lagi relevan jika provinsi ini ingin tumbuh berkelanjutan. Hilirisasi industri menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah yang lebih nyata bagi masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Zainal Abidin mengatakan peralihan struktur ekonomi dari sektor ekstraktif menuju industri pengolahan adalah keharusan. Tanpa itu, Kaltim akan terus terjebak pada siklus eksploitasi sumber daya tanpa dampak ekonomi jangka panjang.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kaltim itu menjelaskan posisi strategis Kaltim di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II mulai mengubah peta logistik nasional. Arus distribusi yang sebelumnya terpusat di wilayah barat perlahan bergeser dan membuka peluang besar bagi kawasan timur Indonesia.

Menurut Zainal, orientasi investor pun mulai berubah. Mereka tidak lagi hanya melirik sektor tambang, tetapi beralih ke enam sektor prioritas yang sejalan dengan konsep pembangunan kota masa depan. Peluang investasi itu mencakup teknologi bersih, ekowisata, farmasi berbasis bahan alam, industri kimia maju, pertanian berkelanjutan, serta energi rendah karbon.

“Kota penyangga utama seperti Samarinda dan Balikpapan terus berbenah memperkuat fasilitas pengolahan untuk menopang ekosistem industri baru tersebut,” kata Zainal.

Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan infrastruktur fisik berhasil membuka akses konektivitas ke wilayah pedalaman seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Akses ini menjadi fondasi penting bagi pemerataan ekonomi di luar kawasan pesisir.

Zainal juga menekankan pentingnya peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM didorong tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam rantai pasok industri dan perdagangan global. Perbankan daerah dan internasional mulai menyusun skema pembiayaan khusus untuk mendukung kebutuhan modal dan logistik pemasok lokal.

“Provinsi ini bahkan memiliki potensi pendapatan baru yang besar dari mekanisme perdagangan karbon dengan konsisten menjaga kelestarian hutan tropisnya sebagai forest city,” ujarnya, dikutip dari ANTARA.

Ia melihat pola pelayanan pemerintah daerah juga mulai berubah. Dinas terkait dinilai lebih proaktif dengan strategi jemput bola untuk menarik investor potensial dari luar daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim Fahmi Prima Laksana menyebut realisasi investasi di Kaltim mencapai Rp70 triliun hingga triwulan III. Minat investor asing saat ini didominasi dari Tiongkok.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :