EKSPOSKALTIM, Penajam - Pemprov Kaltim bertekad memuluskan jalan yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini bertujuan mendukung seluruh aktivitas kegiatan pembangunan di IKN, agar dapat berjalan selambat-lambatnya hingga 2028 menjadi pusat pemerintahan.
Namun, Gubernur Rudy Masud memastikan bahwa jalan yang dibangun bukan jalan tol berbayar. "Melainkan jalan umum yang dapat diakses oleh masyarakat," kata Rudy di Balikpapan, Selasa (22/4) dikutip dari Antara.
Rudy lalu berbicara mengenai rencana Badan Intelijen Negara (BIN) memindahkan kantor sementara mereka yang selama ini berlokasi di kawasan IKN.
Kantor modular tersebut, yang dibangun dengan sistem bongkar pasang, telah digunakan sejak tahun lalu, dan kini masa kontraknya akan berakhir. Relokasi kantor BIN ini diharapkan mendukung efektivitas operasional hingga fasilitas permanen rampung.
Wakil Kepala BIN, Komisaris Jenderal Imam Sugianto, mengungkapkan bahwa kantor BIN yang baru akan dipindahkan ke kawasan IKN yang sudah memiliki bangunan eksisting, sebagai bagian dari penguatan keamanan nasional.
Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa OIKN siap mendukung rencana pemindahan kantor BIN untuk memastikan keamanan tetap terjaga selama proses pembangunan IKN. Basuki juga menambahkan bahwa pembangunan tahap pertama IKN sudah selesai, menandai kemajuan signifikan dalam proyek ambisius ini.
Dengan adanya BIN di IKN, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional, serta keberhasilan pembangunan ibu kota baru yang menjadi fokus pembangunan negara.

