PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Gaji Menteri Kalah dengan Petani Penajam, Benarkah?

Home Berita Gaji Menteri Kalah Dengan ...

Gaji Menteri Kalah dengan Petani Penajam, Benarkah?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama petani milenial Abimayu saat saat kunjungan kerja ke Desa Gunung Mulia, Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat (9/5). Foto via Investor.id

Penajam, EKSPOSKALTIM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkesan dengan capaian seorang petani milenial di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang berhasil meraup pendapatan hingga Rp24 juta per bulan. Ia bahkan menyebut pendapatan itu lebih tinggi dari gaji yang diterimanya sebagai menteri.

"Kami terharu, ada pemuda milenial, yaitu tim Brigade Pangan, yang berpendapatan Rp24 juta per bulan bersih. Ini yang kita harapkan. Menarik generasi muda ke sektor pertanian dengan menunjukkan potensi nyata," ujar Amran saat kunjungan kerja di Desa Gunung Mulia, Jumat (9/5).

Petani muda yang dimaksud adalah Abimanyu, 24 tahun, dari Kelompok Tani Manunggal Sri Abadi. Ia mengatakan angka itu ia peroleh dari hasil bertani secara modern.

"Dari satu hektare lahan, hasil panen bisa mencapai Rp24 juta sekali panen. Sekarang kami tidak lagi jual ke tengkulak, tapi langsung ke Bulog," ungkap Abimanyu. Ia juga menegaskan bahwa bertani bukanlah pekerjaan rendahan, justru bisa memberikan hasil yang besar jika dikelola dengan baik.

Di awal Abimanyu enggan menjadi petani. Namun sejak adanya Brigade Pangan, ia merasa tertantang. Dalam satu hektare, dengan menggunakan alsintan, alat tani modern ini disebutnya bisa mengerjakan sampai lima hektare.

Dengan kalkulasi dalam satu hektare-nya menghasilkan Rp800 ribu, maka ia mengaku bisa mengantongi Rp4 juta per harinya. Itu, kata dia, terlepas dari biaya produksi, seperti perbaikan, perawatan dan bahan bakar. 

Sebagai perbandingan, gaji resmi seorang menteri negara terdiri dari gaji pokok sebesar Rp5 juta dan tunjangan jabatan Rp13,6 juta, total sekitar Rp18 juta per bulan. Belum termasuk dana operasional tambahan.

Program Brigade Pangan

Keberhasilan Abimanyu tak lepas dari dukungan program Brigade Pangan milik Kementerian Pertanian. Program ini merupakan strategi percepatan swasembada pangan melalui pendekatan modern, kolaboratif, dan melibatkan generasi muda.

Brigade Pangan dikelola secara kolektif dengan skala rata-rata 200 hektare per tim, terdiri dari petani, penyuluh, ASN Kementan, Babinsa, dan pemuda tani. Metodenya mencakup penggunaan alat dan mesin pertanian modern (alsintan), penyediaan benih unggul, pupuk, pestisida, hingga pendampingan teknis dari tenaga ahli.

Program ini juga menghubungkan petani dengan pasar, termasuk Bulog, untuk menjamin serapan hasil panen. 

Akademisi: Harus Diperjelas

Menanggapi pernyataan tersebut, akademisi Universitas Mulawarman, Purwadi, mengingatkan bahwa keberhasilan seperti Abimanyu tak bisa digeneralisasi. "Pertanian bukan sekadar menanam dan menjual. Perlu kejelasan, produk apa yang dijual, harga beli Bulog berapa, biaya operasional, hingga perhitungan pajak," ujarnya, Minggu (11/5).

Ia menilai langkah Kementan positif jika diiringi pendampingan yang jelas dan berkelanjutan. "Jangan sampai muncul kesan bahwa siapa pun asal bertani bisa langsung dapat Rp24 juta per bulan. Ini bisa misleading jika konteksnya tidak dijelaskan," tegasnya.

Purwadi juga menyoroti target ambisius swasembada pangan di Kaltim. Ia menilai tidak realistis jika dikejar dalam waktu singkat. "Kutai Kartanegara saja, sebagai lumbung pangan Kaltim, baru mampu memasok 50 persen kebutuhan daerah," jelasnya.

Transformasi Ekonomi Hijau

Lebih jauh, Purwadi mengingatkan pentingnya Kaltim melakukan transformasi ekonomi hijau. "Selama ini kita masih sibuk menambang dan membuka lahan sawit. Padahal, yang harus dipikirkan adalah masa depan anak cucu," ujarnya.

Selain pertanian, menurutnya sektor pariwisata juga patut diperkuat. Tahun lalu, Kaltim mencatat 18 ribu kunjungan wisatawan, melampaui target.

"Majunya sektor ini akan ikut mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi lokal secara keseluruhan," tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :