EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Sudah beberapa pekan terakhir ini kondisi lampu penerangan di Jalan Ahmad Yani – R Suprapto hingga Jalan MT Haryono tidak berfungsi. Sehingga, kondisi jalan protokol sepanjang 1,7 kilometer itu nampak begitu gelap saat malam tiba.
Berdasarkan pantauan, ada 12 tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) padam, mulai dari Simpang Ramayana hingga depan Sekolah YPI Bahrul Ulum di Jalan MT Haryono.
Kemudian Jalan R Suprapto ada 9 tiang lampu. Sedangkan, di Jalan Ahmad Yani ada 3 lampu jalan yang tidak menyala.
Kepala Seksi Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang Sukadi mengatakan, padamnya sejumlah PJU di bilangan Bontang Baru karena korsleting.
Jaringan kabel PJU tertanam di bawah tanah itu sudah berusia tua. Bahkan sejak penanganan PJU belum berada dibawah kewenangan Dishub.
Saat ini, kata Sukadi, tim tengah berusaha untuk mencari titik korsleting. Namun terkendala dengan kedalaman kabel yang tertanam akibat peninggian median jalan.
"Petugas di lapangan tengah berusaha untuk memperbaiki. Tetapi karena kedalaman kabel mencapai 1 meter maka memerlukan waktu untuk mencari titik korsleting," kata Sukadi.
Lebih lanjut, dari beberapa PJU yang mati hanya karena bola lampunya yang belum diganti. Hingga kini Dishub tengah menunggu perbaikan mobil yang menjadi sarana pengganti lampu tengah diperbaiki.
"Kami punya mobil yang ada tangga nya sedang masa perbaikan karena hidroliknya mengalami kerusakan, kalau sudah selesai kita akan pasang yang bola lampu PJU yang padam," tuturnya.
Dengan begitu, belum bisa dipastikan kapan PJU akan berfungsi kembali seperti sediakala. Tetapi, ia menampik, disebut melakukan pembiaran. Dia berkomitmen, tim di lapangan akan terus berupaya dalam memperbaiki dengan secepatnya.
Selain itu, Dishub juga tengah mempersiapkan revitalisasi jaringan PJU untuk diremajakan atau dibuatkan jalur baru. Dengan begitu, akan membuat instalasi jika terjadi kerusakan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam memperbaikinya.
"Saat ini tim masih merencanakan. Hal itu juga berbanding lurus dengan meremajakan instalasi yang sudah berumur dan gampang mengalami kerusakan," sambungnya.
Saat disinggung soal estimasi perencanaan, Sukadi belum bisa memastikan berapa nominal yang akan digunakan. Lantaran saat ini masih dalam tahap pembahasan.
"Belum bisa saya sampaikan kisaran anggaranya. Kalau untuk revitalisasi rencananya akan berjalan pada 2022 mendatang," pungkasnya. (adv)

