PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kratom Kukar Tembus AS hingga Eropa, Ekspor 300 Ton Per Bulan

Home Berita Kratom Kukar Tembus As Hi ...

Kabupaten Kutai Kartanegara mengekspor daun kratom hingga 200–300 ton per bulan ke berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa, menjadikannya salah satu komoditas unggulan baru penopang ekonomi daerah.


Kratom Kukar Tembus AS hingga Eropa, Ekspor 300 Ton Per Bulan
Tumbuhan kratom di riparian Sungai Karang Mumus. Sungai ini mengalir mulai Kabupaten Kukar hingga Samarinda. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Tenggarong — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mencatat ekspor daun kratom (mitragyna speciosa) mencapai 200 hingga 300 ton per bulan ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, India, Thailand, hingga Republik Ceko.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kratom sebagai komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani.

“Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan kratom sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya di Tenggarong, Ahad (19/4). 

Permintaan kratom di pasar internasional disebut terus meningkat, sehingga peluang ekspor dinilai masih terbuka lebar. Sunggono menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan produktivitas agar mampu bersaing di pasar global.

“Permintaan kratom di pasar internasional terus meningkat. Ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas,” katanya.

Kecamatan Tenggarong Seberang saat ini menjadi salah satu sentra produksi terbesar di Kaltim. Wilayah ini juga telah memiliki fasilitas pengolahan kratom menjadi ekstrak, yang memberikan nilai tambah dibandingkan daerah lain.

Keberhasilan ekspor tersebut turut menarik perhatian daerah lain. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara bahkan melakukan studi banding ke Kukar untuk mempelajari pengelolaan hingga proses ekspor kratom.

Meski demikian, pengembangan kratom masih menghadapi tantangan, terutama terkait aspek legalitas dan persepsi negatif di masa lalu yang sempat dikaitkan dengan zat psikotropika.

Sunggono menyebut kondisi tersebut mulai berubah seiring perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, BPOM, dan BRIN yang mendorong penelitian serta penataan tata kelola kratom, termasuk untuk kepentingan ekspor. (Ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :