Debu dari proyek pembangunan Polder Tanjung Laut kembali dikeluhkan warga. Selain mengotori rumah, kondisi itu dinilai berisiko bagi kesehatan warga dan anak-anak karena penyiraman disebut sudah lama tidak dilakukan secara rutin.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Dampak dari proyek pembangunan Polder Tanjung Laut dikeluhkan warga sekitar, terutama soal debu.
Salah seorang warga RT 09, Tanjung Laut, Rahman mengatakan debu proyek yang ditimbulkan sangat mengganggu.
Mulai dari rumah yang ikut berdebu, kondisi lingkungan, hingga perihal kesehatan warga, kata dia, debu terus berterbangan tanpa ada penyiraman dari pihak proyek tersebut.
"Sudah berbulan-bulan tidak pernah ada penyiraman, ini sampai tebal begini. Kadang saya siram sendiri, karena rumah saya pas samping jalan masuk proyek ini," ujarnya, Senin (10/8) saat kunjungan Komisi C DPRD Bontang.
Ia mengaku permintaan penyiraman sudah dilakukan. Tapi tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah.
"Apalagi kalau ada mobil lewat, debunya langsung berterbangan masuk ke dalam rumah kami. Di sini juga ada PAUD bahaya kesehatan anak-anak," sambungnya.
Warga sangat mendukung proyek pemerintah, tapi kata dia, harus bertanggung jawab untuk menangani dampak yang ditimbulkan.
Sementara itu, Kepala Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air (SAMSDA) DPUPR Bontang Edi Suprapto, mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan penyiraman pada hari ini.
"Salah satu gang sudah kami lakukan penyiraman, tapi memang gang yang berada tepat di belakang kantor pajak belum mendapatkan penyiraman," jelasnya.
Pihaknya pun berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan warga RT 09, yang berada di belakang kantor pajak.
Baru 5 Persen
Progres pembangunan Polder Tanjung Laut saat ini baru mencapai sekitar lima persen. Proyek senilai Rp3,8 miliar yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Kaltim itu ditargetkan menjadi salah satu solusi pengendalian banjir di kawasan Tanjung Laut.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan polder tersebut dirancang mampu menampung sekitar 38 ribu meter kubik air dengan luas sekitar 7 ribu meter persegi.
DPRD juga meminta agar aliran air dari kawasan yang kerap tergenang, termasuk sekitar Era Fresh, dapat terhubung optimal ke polder. Terkait keluhan debu proyek, kontraktor disebut telah menyatakan kesiapannya melakukan penyiraman secara rutin.



