Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 20 hektare di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, berhasil dipadamkan tim gabungan. Namun petugas masih menemukan titik api dan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
EKSPOSKALTIM, Penajam – Tim gabungan yang dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Tingkat, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, dengan luas area terdampak sekitar 20 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) pada Jumat (11/9) sekitar pukul 14.40 WITA.
Berdasarkan keterangan warga, api telah terlihat membakar kawasan tersebut sejak sekitar pukul 14.00 WITA. “Kebakaran pertama kali dilaporkan masuk ke Pusdalops BPBD pada Jumat sekitar pukul 14.40 WITA, sedangkan berdasarkan keterangan saksi api terlihat mulai berkobar sejak sekitar pukul 14.00,” kata Nurlaila, Sabtu.
Lokasi kebakaran berada di Jalan Loa Haur, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku. Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, pepohonan, serta area mineral dan gambut tipis.
Setelah menerima laporan, BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman secara manual dengan dukungan penyemprotan air menggunakan mesin portabel, pompa punggung, dan peralatan pendukung lainnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WITA sebelum seluruh personel kembali ke pos masing-masing.
Meski demikian, operasi belum sepenuhnya berakhir.
Tim gabungan kembali diterjunkan pada Sabtu pagi untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
“Tim kembali melakukan pengecekan dan pendinginan menyeluruh mulai pagi guna memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran yang muncul kembali,” ujarnya.
Nurlaila menjelaskan saat pemadaman malam hari petugas masih menemukan sejumlah titik panas dan bara api yang belum dapat ditangani secara optimal karena keterbatasan jangkauan dan visibilitas.
Karena itu, pendinginan lanjutan dinilai penting untuk mencegah kebakaran kembali meluas di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Operasi pemadaman melibatkan BPBD PPU, Koramil Sepaku, Polsek Sepaku, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Sepaku, serta dukungan dari PT Agro Indomas.
Sejumlah peralatan juga diterjunkan, mulai dari mobil pemadam kebakaran, mesin portabel, kendaraan operasional hingga sepeda motor trail yang digunakan menjangkau titik api di medan yang sulit.
Kapolsek Sepaku dan Kepala Pelaksana BPBD PPU turut berada di lapangan untuk memantau langsung jalannya operasi pemadaman.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan kering yang saat ini rentan terbakar akibat musim kemarau.



