PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

TKA Bontang Jadi Sorotan, Disdikbud: Jangan Sibuk Bedakan Negeri dan Swasta

Home Berita Tka Bontang Jadi Sorotan, ...

Nilai TKA belum sesuai target bukan alasan untuk sibuk mencari siapa yang lebih unggul.


TKA Bontang Jadi Sorotan, Disdikbud: Jangan Sibuk Bedakan Negeri dan Swasta
Suasana TKA di SMPN 1 Bontang beberapa waktu lalu. Foto: Dok. SMPN 1

EKSPOSKALTIM, Bontang - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi sorotan setelah sejumlah sekolah negeri di Bontang belum mendominasi daftar dengan nilai rata-rata tertinggi. Namun, kondisi itu dinilai tidak tepat jika kemudian dijadikan dasar untuk membandingkan kualitas sekolah berdasarkan status negeri dan swasta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, hasil TKA seharusnya menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan mutu pendidikan di tingkat SD dan SMP.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap seluruh satuan pendidikan yang berada dalam kewenangannya.

Karena itu, sekolah tidak perlu sibuk memperdebatkan status kelembagaan. Fokus utama seharusnya tetap pada bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik.

“Bagi saya, semua sekolah itu bagian dari tanggung jawab kami, tidak perlu ada bedanya antara negeri dan swasta. Yang paling penting bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya, Minggu (13/9).

Safa mengatakan setiap sekolah memiliki potensi yang berbeda. Keunggulan sebuah sekolah pun tidak selalu dapat diukur dari capaian akademik semata.

Ia mencontohkan SMPN 7 Bontang yang memiliki keunggulan di bidang seni. Sementara SMPN 2 Bontang, kata dia, memiliki dua siswa yang mendapat kerja sama dengan perusahaan di Paser dan dipastikan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Misalnya SMPN 7 Bontang punya keunggulan di bidang seni. Sama juga dengan SMPN 2 Bontang ada dua siswanya dapat kerja sama dengan perusahaan di Paser dan dipastikan kerja nanti ditempatkan kerja di sana,” bebernya.

Menurut Safa, ada anak yang menonjol di bidang seni, olahraga, maupun keterampilan. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya dilihat dari posisi sekolah dalam daftar nilai TKA.

Jadikan Bahan Evaluasi

Meski demikian, Safa tidak meminta hasil TKA diabaikan. Jika capaian belum memenuhi target, sekolah justru harus menjadikannya bahan untuk melihat bagian yang masih perlu diperbaiki.

Ia meminta sekolah tidak menghabiskan energi untuk mencari alasan di balik capaian yang belum maksimal.

“Daripada mencari alasan mengapa nilainya belum masuk 10 besar, lebih baik kita lihat apa yang harus diperbaiki. Energi kita seharusnya digunakan untuk meningkatkan hasil, bukan mencari alasan,” tegasnya.

Safa juga mendorong sekolah menjadikan capaian sekolah lain sebagai pemacu. Hasil yang lebih baik, menurut dia, dapat dipelajari untuk menemukan pola pembelajaran yang sesuai dan kemudian diterapkan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.

“Kalau sekolah lain mampu mencapai hasil yang baik, tentu kita juga harus berusaha. Lihat apa yang bisa ditiru dan diperbaiki. Jadikan prestasi sekolah lain sebagai pemacu, bukan bahan untuk mencari kekurangan,” ujarnya.

Disdikbud Bontang selanjutnya akan mengevaluasi sejumlah faktor yang berkaitan dengan capaian TKA.

Evaluasi tidak hanya menyasar kemampuan peserta didik, tetapi juga kompetensi guru, metode pembelajaran, serta proses belajar mengajar yang diterapkan di masing-masing sekolah.

Safa menegaskan evaluasi akan dilakukan dengan prinsip keadilan. Sekolah negeri maupun swasta tetap mendapat perhatian sesuai kewenangan pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

Sementara itu, Disdikbud Bontang masih menunggu kepastian terkait pelaksanaan TKA berikutnya untuk jenjang SD dan SMP.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :