Video menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah di Pamekasan yang menampilkan lele dan tempe marinasi ramai dibicarakan di media sosial. Badan Gizi Nasional menegaskan paket makanan yang disiapkan sebenarnya lebih lengkap dari yang terlihat dalam video.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin (9/3). Dalam video yang beredar, menu yang terlihat hanya berupa lele dan tempe marinasi.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan berdasarkan laporan dari lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya terdiri dari beberapa komponen.
Menu tersebut meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian isi paket sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.
BGN menegaskan setiap menu dalam Program MBG disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan standar keamanan pangan. Lembaga tersebut juga menyatakan akan menindaklanjuti setiap laporan atau polemik di lapangan melalui koordinasi dan evaluasi.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar,” ujar Nanik.
Sementara itu, ahli gizi di SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi sekaligus ketahanan pangan.
Menurut Fikri, proses marinasi membantu menjaga kandungan gizi sekaligus memperpanjang daya tahan bahan makanan.
“Mengapa kami menggunakan lele marinasi? Pertama, untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein pada menu hari itu. Ketika dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” katanya.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.


