PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ada 112 Penderita Thalasemia di Balikpapan, Kebutuhan Darah Mereka Tak Boleh Terputus

Home Berita Ada 112 Penderita Thalase ...

Sebanyak 112 penderita thalasemia di Balikpapan membutuhkan transfusi darah setiap dua pekan. Untuk menjaga kebutuhan itu tetap terpenuhi, PMI Balikpapan mengamankan pasokan sekitar 2.000 kantong darah per bulan sekaligus membantu kebutuhan daerah lain.


Ada 112 Penderita Thalasemia di Balikpapan, Kebutuhan Darah Mereka Tak Boleh Terputus
Warga Kota Balikpapan mengikuti aksi donor darah sukarela. Kepedulian para pendonor menjadi kunci utama PMI Balikpapan dalam mengamankan pasokan darah rutin, termasuk untuk kebutuhan transfusi berkala 112 penderita thalasemia di Kota Minyak. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan pasokan darah di wilayahnya berada dalam kondisi aman. Setiap bulannya, PMI Balikpapan mampu melayani kebutuhan hingga 2.000 kantong darah yang didistribusikan ke kurang lebih 22 rumah sakit di seluruh Kota Balikpapan.

Ketua PMI Kota Balikpapan, Zulkifli, mengungkapkan bahwa selain mengamankan kebutuhan fasilitas kesehatan domestik, keandalan stok darah di Balikpapan juga memungkinkan PMI saling berbagi pasokan dengan daerah tetangga yang membutuhkan.

"Perolehan kantong darah kita alhamdulillah dari kebutuhan 2.000 per bulan relatif terpenuhi. Ketika ada stok lebih dan dibutuhkan daerah lain, seperti Samarinda, kawasan IKN, bahkan hingga ke Banjarmasin di Kalimantan Selatan, sewaktu-waktu kita bantu kirim ke sana," ujar Zulkifli di Balikpapan, Senin (2/11/2026).

Prioritas Utama 112 Pasien Thalasemia

Di tengah pemenuhan kebutuhan umum yang seimbang untuk golongan darah A, B, O, dan AB, PMI Balikpapan memberikan perhatian ekstra pada kelompok penderita Thalasemia. Kelompok ini membutuhkan pasokan darah secara berkala dan berkesinambungan.

Saat ini terdata sebanyak 112 penderita Thalasemia se-Balikpapan yang terdiri dari 89 anak-anak dan 23 orang dewasa. Seluruh pasien tersebut membutuhkan tindakan transfusi darah rutin setiap dua minggu sekali.

"Komunitas Thalasemia menjadi perhatian betul-betul bagi kami. Ada anak-anak yang bahkan sudah menjalani perawatan rutin selama 13 tahun. Kebutuhan mereka per dua minggu sekali harus kita siapkan kantong darahnya dan tidak boleh sampai kekurangan stok," tegasnya.

Manajemen Rotasi Darah Cegah Expired

Ketersediaan darah yang memadai juga menuntut pengelolaan yang cermat mengingat adanya batas masa kadaluwarsa darah (expired). Zulkifli menerangkan bahwa efektivitas penggunaan kantong darah dihitung pada rentang waktu di bawah 14 hari sejak pengambilan.

Oleh karena itu, kebijakan berbagi stok darah dengan daerah sekitar seperti Samarinda dan IKN menjadi strategi PMI untuk memutar rotasi darah secara efisien.

Hal ini dilakukan agar darah yang telah didonorkan oleh masyarakat tidak terbuang sia-sia dan memicu pembengkakan biaya pengganti kantong darah yang tarifnya telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Zulkifli menambahkan terjaganya pasokan 2.000 kantong darah per bulan disokong oleh tiga skema pendonoran yang konsisten. Skema tersebut meliputi aksi donor massal relawan instansi (seperti Korpri dan Brimob), kerja sama terjadwal dengan perusahaan swasta melalui layanan jemput bola, serta pendonor rutin yang datang langsung ke markas PMI.

"Alhamdulillah kebutuhan masyarakat sampai sekarang masih terover. Sepanjang tahun kita tidak pernah sampai harus mencari darah ke daerah lain karena belum ada kasus kekurangan stok," ujar dia.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :