PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ramai Isu Keracunan MBG di Balikpapan, Siswa dan Sekolah Buka Suara

Home Berita Ramai Isu Keracunan Mbg ...

 Ramai Isu Keracunan MBG di Balikpapan, Siswa dan Sekolah Buka Suara
MBG di SMK 3 Balikpapan tetap berjalan seperti biasanya meski sempat ada dugaan keracunan. Foto: Ist

Balikpapan, EKSPOSKALTIM - Sebuah video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan dua siswi dalam kondisi lemas setelah menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di Balikpapan. 

Dua siswi yang muncul dalam video mengaku tidak tahu videonya direkam. “Saya tidak tahu kalau itu direkam, saya sudah pingsan.”

Pada Kamis pagi (25/9), empat siswi dilaporkan mendadak sakit. Gejalanya pusing dan sesak napas. Lima siswa sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Empat dibawa langsung, satu menggunakan transportasi daring.

Salah satu siswi memiliki riwayat maag dan asma. Ia mencatat distribusi MBG terlambat. Dari biasanya jam 8, kali ini sekitar jam 10–11. Sehingga, kata dia, gejala bisa dipicu oleh kelaparan atau maag.

“Iya seperti ada bau obat saja. Bukan basi,” ujarnya. Hasil pemeriksaan darah menurut rumah sakit bagus dan dan tidak menunjukkan indikasi keracunan.

Kepala SMKN 3 Balikpapan, Sukarni Chandra, menyatakan peristiwa itu kemungkinan besar akibat kelelahan siswa setelah beraktivitas dan keterlambatan distribusi MBG.

Ia menegaskan hasil pemeriksaan rumah sakit negatif untuk keracunan, dan menyebut hasil penelitian Dinas Kesehatan belum keluar.

“Sebenarnya saya ingin mengklarifikasi video yang sempat beredar. Anak kami ini awalnya olahraga, kecapekan, kemudian MBG-nya agak telat," jelasnya.

Biasanya, kata dia, jam 8 sudah masuk jadwal makan. "Tapi kemarin baru makan sekitar jam 11. Nah, kebetulan yang masuk rumah sakit itu adalah yang makan di tahap kedua," paparnya lagi.

"Tapi bukan berarti ini terkait keracunan MBG, karena saya tidak berani memastikan. Hasil penelitian Dinas Kesehatan juga belum keluar.” 

Program MBG di SMKN 3 telah berjalan sekitar satu bulan dengan alokasi 1.644 porsi setiap hari. Kepala sekolah menyatakan sejauh ini tidak ada masalah keamanan makanan. Keluhan lebih terkait selera karena menu tanpa MSG.

Sampai laporan ini dibuat, Dinas Kesehatan belum merilis hasil uji laboratorium yang dapat memastikan ada atau tidaknya kontaminan pada bahan makanan. Termasuk pihak kepolisian. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :