EKSPOSKALTIM, Penajam - Aktivitas pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai. Angkatan pertama siswa SMA Taruna Nusantara Kampus IKN mulai berdatangan dan menempati fasilitas pendidikan baru yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN tersebut, Kamis (9/7/2026) kemarin.
Pada gelombang kedatangan perdana ini, tercatat sebanyak 191 siswa telah tiba di lokasi kampus. "Hari ini harusnya yang datang itu 237 siswa, tapi ada 46 siswa yang masih mengikuti perlombaan, jadi mereka terpaksa masih di Magelang dan nanti akan menyusul," jelas Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, Kamis (9/7).
Rudi menaruh harapan besar agar para siswa angkatan pertama ini mampu menjadi teladan serta role model bagi adik-adik kelas mereka, termasuk siswa kelas 10 yang dijadwalkan menyusul masuk pada Oktober mendatang. Ia menekankan, kehadiran kampus ini di IKN mengemban misi besar untuk mencetak barisan pemimpin bangsa masa depan.
"Kita berharap mereka menjadi pintar, ke depan bisa membawa bangsa ini semakin maju. Apalagi ketika mereka lulus, 20 atau 30 tahun ke depan kita memasuki masa Indonesia Emas 2045. Ketika mereka memimpin, mereka bisa mengemban amanah itu," imbuh Rudi.
Menjelajah Langsung di Kota Hutan
Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyambut hangat kehadiran para siswa di ibu kota baru. Ia menilai para siswa angkatan pertama ini merupakan bagian dari sejarah perkembangan pendidikan di IKN.
"Bersekolah di Ibu Kota Nusantara berarti sekaligus dapat mengeksplorasi dan mengalami langsung alam sesuai dengan visi IKN sebagai Forest City, sekaligus belajar mengenai Smart dan Sponge City," kata Troy.
Bagi para siswa, menginjakkan kaki pertama kali di Kampus IKN menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Salah satu siswi, Indah Arya Dwi Putri, mengaku bangga sekaligus haru bisa menyaksikan langsung pembangunan awal ibu kota dari dekat.
"Gedungnya bagus banget. Tapi saya juga akan cerita ke orang tua kalau saya kangen dan sedih karena harus jauh dari mereka," tutur Indah.
Kekaguman serupa diungkapkan oleh Pande Made Putra Satria Wiguna. Siswa angkatan pertama ini mengaku takjub melihat fisik bangunan sekolah yang selama ini hanya bisa ia saksikan lewat layar internet.
"Awalnya saya cuma melihat di internet, apalagi kampus ini mirip dengan kampus Cimahi dan juga Malang. Dari segi bangunannya ini sudah sangat bagus, tinggal finishing sedikit saja dan sudah keren," kata Pande.
Sebagai bagian dari angkatan pertama, Pande menyadari ada beban tanggung jawab moral yang besar di pundaknya untuk meletakkan standar disiplin tinggi bagi angkatan-angkatan selanjutnya. "Kami harus bisa menjadi role model yang benar-benar bisa memotivasi mereka," pungkasnya.


