EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Ratusan pelajar SMU/SMK Se-Kalimantan Timur ikuti Penataran Kader Bela Negara Kodam VI/Mulawarman TA 2019 di Lapangan Upacara Dodikjur Rindam VI/Mlw, Selasa 23 April 2019.
Aster Kasdam VI/Mlw Kolonel Inf Jones Sasmita bertindak langsung sebagai Irup dalam upacara dan sekaligus membuka pelaksanaan Penataran Kader Bela Negara TA 2019.
Baca juga: Wanita Paruh Baya Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos-kosan
Upacara pembukaan penataran kader bela negara tersebut berlangsung khidmat dan tertib, yang ditandai dengan prosesi penyematan tanda peserta kepada perwakilan pelajar putra dan putri dari peserta.
Penataran ini akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 22 hingga 26 April 2019. Beberapa pejabat dari Kodam VI/Mlw dan pejabat dari Pemerintah Kota Balikpapan juga turut menyaksikan rangkaian pelaksanaan upacara tersebut.
Dalam Amanat Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto yang dibacakan oleh Aster Kasdam VI/Mlw disampaikan bahwa, peserta Penataran Kader Bela Negara ini berasal dari perwakilan pelajar setingkat SLTA/SMK dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun watak setiap generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara baik secara psikis maupun fisik," ujar Aster.
Tak hanya itu, dalam amanatnya, Pangdam juga menyampaikan jika dilihat perkembangan arus globalisasi saat ini, tentu dapat menimbulkan pengaruh budaya negatif yang dapat menciptakan berbagai ancaman yang semakin kompleks. Sulit diprediksi seperti bahaya narkoba, pergaulan seks bebas, dan paham radikalisme.
“Hal ini tentu membuat nilai-nilai yang diwariskan pendahulu seperti cinta tanah air, rela berkorban, setia kepada Pancasila serta semangat pantang menyerah di kalangan gerenasi muda semakin luntur," terang Aster.
Untuk itu, lanjut ia menambahkan, perlu dilakukan upaya menanamkan kembali nilai-nilai tersebut kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni memberikan penataran KBN demi mewujudkan generasi penerus yang mengerti, menghayati dan menunaikan kewajiban dalam upaya bela negara.
Sesuai dengan tema penataran kali ini yaitu “Melalui Penataran Kader Bela Negara di Kalangan Pelajar Setingkat SLTA, TNI AD siap Membentuk Generasi Muda Bangsa yang Berjiwa Patriotisme, Berkarakter, Berwawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Guna Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia".
“Maka kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda, oleh karena itu diharapkan kepada penyelenggara dan peserta penataran agar melaksanakan penataran ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan sungguh-sungguh sebagai bekal kader bela negara yang dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa," jelas Aster.
Aster menyebutkan, penataran kader bela negara ini diikuti oleh 250 Pelajar Se-Kalimantan Timur yang terdiri dari 125 putra dan 125 putri.
Seluruhnya akan menerima materi teori dan praktek seperti PBB (Peraturan Baris Berbaris), kesegaran jasmani, caraka malam, navigasi darat, outbound dan renungan malam.
Tonton VIDEO: Ratusan CPNS Bontang Ikut Pembekalan Pra Tugas
“Dengan dua jenis materi yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan karakter dan watak sebagai seorang pemuda yang pantang menyerah, semangat serta gigih dalam meraih cita-cita," jelas Aster.
Sementara itu, pejabat Disporabudbar Bapak Hendrik memberikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, penataran kader bela negara bagi pelajar ini sangat penting, karena dengan semakin majunya zaman, para generasi millenial ini harus selalu dijaga ideologinya yaitu ideologi Pancasila.
“Ini demi masa depan generasi muda Negara Indonesia."kata Hendrik.
Sementara itu, Gladis perwakilan pelajar Putri dari SMKN 2 Sangatta sangat senang dan bangga dengan penataran kader bela negara yang diikutinya. “Hal ini bermanfaat dalam menyongsong peran generasi millenial bagi Indonesia," ujar Gladis.
Senada, Hidayat perwakilan SMKN 5 Balikpapan menegaskan bahwa kendati tantangan zaman ke depan semakin maju, namun pihaknya berjanji akan berusaha mematahkan anggapan jika jiwa pancasila dalam diri kaum millenial sudah mulai luntur.
“Dengan penataran kader bela negara ini kami akan berbuat sebaik-baiknya menanamkan jiwa pancasila dalam diri kami," tegas Hidayat.

