PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Konyol, Raksasa Jalan Mogok karena Kehabisan Solar di Tanjakan Rapak

Home Berita Konyol, Raksasa Jalan Mog ...

Konyol, Raksasa Jalan Mogok karena Kehabisan Solar di Tanjakan Rapak
BIANG MACET: Antrean panjang akibat truk kontainer mogok di tengah jalan. Selain itu bahaya juga mengintai pengendara karena banyak truk sejenis tertahan di tengah tanjakan. (Ekspos Kaltim/Benny)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Tanjakan Muara Rapak tepat di depan Polsek Balikpapan Utara, Jalan Soekarno Hatta macet panjang sekira pukul 10 pagi tadi, Rabu (5/7). 

Truk pengangkut kontainer mogok karena kehabisan solar. Sistem angin pada kendaraan tersebut juga tidak berfungsi. 

Kejadian ini membuat kendaraan dari dua arah berlawanan mesti antre. Karena, “raksasa” jalan berhenti tepat di tengah jalan dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk mobil berukuran kecil melintas. 

Walhasil, personel Polsek Balikpapan Utara harus ekstra sibuk merekayasa lalu lintas sekitar. Kendaraan yang datang dari arah bawah harus mengambil alur kendaraan dari arah sebaliknya tepat di depan polsek.

Selama truk dengan 10 roda itu macet kurang lebih 45 menit, puluhan truk sejenis yang membawa kontainer berukuran 20 feet beriringan melintas.

Sontak arus kendaraan dari arah atas menuju simpang empat traffic light Plaza Ramayana macet di dua sisi dan mengular sampai 1 kilometer panjangnya.

Kondisi ini rawan kecelakaan mengingat sering terjadi truk melorot karena rem yang tidak pakem, ditambah menahan beban muatan dalam kondisi menanjak.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksana menjawab santai saat dimintai komentar soal jam edar truk kontainer ini. 

Kata dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan imbauan sejak lama menyikapi hal ini. Memang saat kejadian jam 10 pagi, sudah masuk jam edar sesuai diatur dalam Perwali Nomor 60 Tahun 2016.

Di situ disebutkan, truk panjang yang mengangkut kontainer 20 feet dilarang melintas sejak pukul 6 sampai pukul 9 pagi. Lalu, jam 3 sampai jam 6 sore ketika arus lalu llintas sedang padat. Kemudian baru bebas melintas sejak jam 6 sore sampai jam 6 pagi berikutnya.

Berbeda dengan ukuran 40 feet yang hanya boleh melintas dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi. “Saya pikir untuk jam edar sudah dipenuhi. Rata-rata pengusaha jasa angkutan seperti ini di Balikpapan sudah mematuhi itu,” katanya.

Akan tetapi, melilhat penyebab mogoknya truk karena kehabisan solar menurut kadishub sangat lucu. Hal ini menggambarkan tidak aware-nya si sopir. “Apalagi, katanya juga sistem anginnya juga kosong. Artinya kendaraannya tidak diperhatikan,” tambahnya.

Menyikapi itu, mantan kabag humas pemkot itu mengimbau pengusaha dan pemilik kendaraan rutin memeriksakan kendaraannya. Sementara untuk pengujian kendaraan bermotor atau biasa disebut kir, kata dia, sudah dilaksanakan rutin setiap enam bulan sekali demi memastikan kendaraan layak jalan.

Permasalahan muncul ketika kendaraan dari luar kota, seperti Surabaya dan Sulawesi yang menumpang kapal dan tidak memenuhi kriteria layak jalan melintas di jalan protokol Kota Minyak. Hal yang sama terkait jam edar yang boleh untuk kendaraan berbobot besar tersebut.

“Kalau yang dari luar, kadang tidak paham batasan jam boleh melintas. Juga soal kelayakan kendaraannya. Nanti kalau bermasalah di Balikpapan seperti yang lalu-lalu, dishub yang disoroti. Padahal kan uji kir-nya kan tidak di sini. Jadi kita juga tidak tahu layak atau tidak,” paparnya.

Meski demikian, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan membahas hal ini bersama Pelindo dan Kaltim Kariangau Terminal dan pihak terkait lainnya. 

“Pengusaha jasa angkutan baik perusahaan ataupun pribadi kita minta memperhatikan hal ini. Ini juga menyangkut keamanan dan keselamatan di jalan,” sebutnya.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :