EKSPOSKALTIM, Bontang – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa sepasang suami istri di ruas jalan poros Bontang-Samarinda tepatnya di kawasan Gunung Menangis, Jumat (23/6) lalu merupakan satu-satunya yang menelan korban jiwa selama lebaran lalu.
Operasi Ramadan dan Hari Raya (Ramadniya) 2017 kini resmi berlalu. Satuan Lalu Lintas Polres Bontang mengklaim, jika dibanding tahun lalu, selama angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Bontang menurun drastis.
“Untuk operasi Ramadniya 2017 korban jiwa meninggal dunia sebanyak dua orang. Sedangkan 2016 ada tiga kecelakaan dengan korban jiwa tiga orang," ungkap Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono kepada Ekspos Kaltim, Rabu (5/7) siang.
Dari analisis pihaknya, hal itu tak terlepas dari meningkatnya tingkat kesadaran pemudik. “Sebelum pelaksanaan operasi Ramadniya, kami telah memberi imbauan kepada masyarakat baik melalui media sosial maupun media elektronik serta memasang rambu di sepanjang jalur mudik, guna mengurangi risiko terjadinya kecelakaan,” jelas perwira berpangkat tiga balok itu.
Sebelumnya, mendekati puncak arus mudik 2017, pihaknya melakukan pemasangan rambu tambahan dipasang di sejumlah titik jalur darat yang rawan kecelakaan. Mulai dari kilometer 20 sampai 31 jalan poros Samarinda-Bontang.
Sekedar diketahui, penyelenggaran Ramadniya 2017 sendiri dilaksanakan selama 16 hari, mulai H-6 hingga H+10 lebaran digelar serentak diseluruh Indonesia.

