EKSPOSKALTIM, Bontang - Menjelang Natal dan Tahun baru 2017, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Rawa Indah Kota Bontang mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harga ini diprediksi terus terjadi hingga di tahun 2017 mendatang.
Salah seorang pedagang di Pasar Rawa Indah Bontang, Rani (33) menyebutkan, kenaikan harga sembako telah terjadi sejak Sabtu (10/12) lalu.
Bahan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya Bawang Merah, Bawang Putih dan Cabai. Bawang Merah yang semula dibandrol Rp40 ribu per kilo, kini menjadi Rp43 ribu perkilo.
Begitu juga dengan harga Bawang Putih yang semula Rp33 ribu perkilo, naik menjadi Rp38 ribu per kilo. Sedangkan harga Cabai Rawit yang semula Rp38 ribu per kilo naik menjadi 46 ribu perkilo.
"Lombok Lalap sekarang naik menjadi Rp27 ribu dari harga awal Rp24 ribu per kilo. Cabai Rawit naik Rp8 ribu dan diperkiraan harga ini kembali naik pada tahun baru sekitar Rp50 ribu per kilo. Sedangkan Lombok Merah Besar dari Rp35 ribu naik menjadi Rp40 ribu," urai Rani kepada eksposkaltim, Senin (12/12) siang tadi.
Rani mengungkapkan, kenaikan harga bahan pokok tersebut disebabkan banyaknya permintaan dari konsumen, sementara pasokan barang tidak mencukupi.
Kenaikan harga ini juga disinyalir karena cuaca buruk yang menimpa beberapa wilayah pemasok seperti Jawa dan Kalimantan, yang mengakibatkan banyaknya petani gagal panen.
Disisi lain, Baharudin (42) yang juga pedagang di Pasar Rawa Indah ini mengatakan, untuk komoditi lain seperti tomat, mentimun dan bawang pray hingga saat ini belum mengalami kenaikan.
"Kalau seperti tomat, mentimun dan bawang pray untuk beberapa hari ini masih normal sih mas, harganya tidak ada kenaikan. Tapi perkiraan kami nanti naik pada hari Jumat (16/12) mendatang," paparnya.
Tak hanya bumbu dapur, harga ikan dan ayam pun juga mengalami kenaikan, seperti yang diungkapkan Alwi (51), salah seorang pedagang ikan di pasar ini.
Alwi mengatakan, semua jenis ikan mengalami kenaikan harga sebesar Rp5 ribu sampai Rp7 ribu per kilo dari harga sebelumnya. Kenaikan ini dikarenakan pasokan ikan dari nelayan berkurang.
"Cuaca dilaut sangat membahayakan bagi pelaut, maka dari itu harga ikan mengalami kenaikan. Tapi kalau cuaca bagus kembali dan ikan datangnya normal, kemungkinan harga juga akan kembali normal," tukasnya.
Suriadi (35), pedagang ayam di pasar ini pun menambahkan bahwa untuk harga ayam sendiri telah mengalami kenaikan sejak 2 minggu lalu, dikarenakan pasokan berkurang sementara peminatnya bertambah.
"Kenaikan ayam diperkirakan naik sekitar 2 mingguan sebesar Rp50 ribu per kilo. Kenaikan ini diperkirakan sampai akhir tahun 2016 ini," tandasnya.

