EKSPOSKALTIM, Bontang - Kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan Firs Marine Makassar (FMM) untuk membangun pabrik rumput laut di Kota Bontang, kini menjadi hisapan jempol belaka lantaran kontrak kerja sama antar keduanya telah diputus.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kota Bontang Reza Pahlevi, kepada Eksposkaltim di Ball Room Hotel Andika, Jalan Angkasa, Kelurahan Berbas Tengah, Bontang Selata, Senin (31/10).
Pembangunan pabrik rumput laut yang diwacanakan akan dibangun sejak tahun 2014 lalu dan telah memakan waktu bertahun-tahun, hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.
“Pada putusan akhirnya, FMM membatalkan kerjasama tanpa tidak diketahui alasan pasti dan kendalannya," ungkapnya.
Menyikapi hal ini, Pemkot Bontang berencana membangun Alkali Treated Cottonii (ATC) melalui insvestor, ataupun dana Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017.
"Jadi nanti semua barang-barang jadi atau produk-produk masyarakat pesisir dapat dijual di ATC, sehingga harga jualnya juga lebih tinggi agar dapat mengimbangi roda perekonomian masyarakat pesisir di Kota Bontang," tuturnya.
Ia berharap wacana tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2017 mendatang, sehingga produk dari para nelayan dapat terakomodir.
"Semoga dengan devisitnya anggaran saat ini tidak menghambat pembangunan di kota Bontang. Kami juga akan berupaya untuk mencari dan menawarkan kepada insventor, namun kalau tidak ada ya kita gunakan dana APBN 2017," cetusnya.

