PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hibah Dinilai Lambat, Jembatan SMPN 5 Bontang Berpeluang Dibangun Langsung Perusahaan

Home Berita Hibah Dinilai Lambat, Je ...

Jembatan akses SMPN 5 Bontang yang sudah keropos dan 21 tahun tak diperbaiki dibahas lewat dua skema: hibah atau dibangun langsung perusahaan. Wakil Wali Kota Bontang menyebut opsi kedua lebih cepat dan target keputusan akhir Oktober 2026.


 Hibah Dinilai Lambat, Jembatan SMPN 5 Bontang Berpeluang Dibangun Langsung Perusahaan
Kondisi akses keluar masuk SMPN 5 Bontang yang sudah 21 tahun tak tersentuh perbaikan. (Sa'adah)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Pembangunan jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang tengah dibahas melalui dua skema.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan kedua alternatif itu telah dibicarakan bersama PT Kaltim Nusa Etika (KNE), PT Kaltim Industrial Estate (KIE), serta pihak perusahaan terkait.

Selain opsi hibah, alternatif lainnya pembangunan jembatan dikerjakan langsung oleh perusahaan.

Opsi kedua dinilai lebih memungkinkan agar kebutuhan akses sekolah segera terpenuhi tanpa menunggu proses administrasi panjang.

"Dari obrolan bersama KNE, memang proses hibah berpotensi membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran yang tidak sederhana," ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Skema pengerjaan langsung oleh perusahaan dinilai jadi solusi lebih cepat.

"Kalau melalui hibah, prosesnya agak panjang. Sedangkan, kita butuh akses ini diperbaiki cepat, karena sudah urgen, sudah keropos, bayangkan 21 tahun tak diperbaiki," jelasnya.

Agus menjelaskan pihak perusahaan telah menyampaikan rencana pembangunan jembatan pada 2027, termasuk fasilitas pendukung di area setelah ujung jembatan.

Perencanaan yang telah disusun Pemkot Bontang juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menghitung kebutuhan anggaran.

Namun tidak menutup kemungkinan perusahaan membangun secara mandiri dengan menyesuaikan kebutuhan akses kendaraan.

"Kami tidak masalah pemkot atau perusahaan yang bangun, yang penting jembatan itu bisa digunakan dan kendaraan dapat keluar masuk dengan lancar," ungkapnya.

Ia menegaskan meski opsi kedua yang ditetapkan dan jembatan tetap menjadi aset perusahaan, fasilitasnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akses sekolah.

"Sekolah yang memanfaatkannya tidak lagi bergantung pada perpanjangan kontrak pinjam pakai seperti yang dikhawatirkan selama ini," imbuhnya.

Kepastian skema yang dipilih ditargetkan paling lambat akhir Oktober 2026.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :