Hamparan pasir putih Pulau Beras Basah, destinasi wisata andalan Bontang, diduga tercemar tumpahan oli hitam. Material itu merembet ke perairan hingga bikin air laut menghitam dan viral di media sosial, namun sumber pencemaran belum dipastikan.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Destinasi wisata andalan Kota Bontang tercemar. Hamparan pasir putih Pulau Beras Basah diduga tertutup tumpahan material hitam menyerupai oli. Air laut di sekitarnya pun ikut menghitam.
Kondisi itu viral di media sosial setelah dibagikan para pengunjung Pulau Beras Basah.
Pencemaran ini menjadi perhatian karena mengancam kebersihan kawasan pesisir yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Taman.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan penentuan sumber dan jenis material pencemar bukan kewenangan pihaknya. Itu ranah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Eko, laporan soal material hitam di Beras Basah kerap disampaikan masyarakat, termasuk warga Bontang Lestari (Bonles) dan pedagang di kawasan wisata.
Berdasarkan laporan warga, material mirip minyak itu sering terbawa arus laut dari arah tenggara hingga selatan, terutama pagi hari, sebelum mencapai perairan Pulau Beras Basah.
"Kalau dari informasi masyarakat, mereka mengaitkan dugaan pencemaran tersebut dengan aktivitas industri di sekitar wilayah pesisir, termasuk yang mengarah ke kawasan CPO maupun Indominco Mandiri," ujar Eko, Minggu (11/10/2026).
Namun ia menegaskan, dugaan itu belum bisa dijadikan kesimpulan. Butuh pemeriksaan dan uji laboratorium oleh instansi berwenang.
“Kalau menyangkut sumber dan jenis pencemarannya, itu kewenangan DLH. Memang ada informasi dari masyarakat dan pedagang mengenai material seperti minyak yang terbawa arus ke Beras Basah, tetapi tidak bisa hanya berdasarkan asumsi atau dugaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo belum memberikan tanggapan saat dimintai keterangan.

