Pemasangan fisik 11.553 sambungan jargas di Bontang dipastikan tuntas Oktober 2026, namun belum bisa digunakan. Pemkot menegaskan seluruh layanan gratis dan meminta warga waspada pungli berkedok aktivasi aktivasi.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebanyak 11.553 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang ditarget rampung Oktober 2026.
Meski pembangunan jaringan fisik sudah tuntas, warga diminta jangan dulu menyalakan kompor karena aktivasi masih menunggu jadwal resmi Kementerian ESDM.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Kota Bontang, Arif Rokhman, mengatakan setelah instalasi selesai, proyek masih masuk masa pemeliharaan selama satu tahun.
“Kami meminta warga bersabar dan tidak menyalakan kompor sebelum aktivasi resmi dilakukan petugas yang berwenang,” kata Arif, Jumat (9/10/2026).
Di tengah penantian itu, Arif mengingatkan warga waspada terhadap oknum yang menawarkan jasa percepatan aktivasi dengan meminta uang.
Ia menegaskan, seluruh proses pemasangan dan aktivasi jargas gratis.
“Warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan maupun aktivasi jargas. Kalau ada yang meminta uang dengan alasan agar kompor segera bisa digunakan, jangan diikuti, itu bukan prosedur resmi,” tegasnya.
Ia meminta warga tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku pejabat eksekutif dan menjanjikan jaringan bisa langsung aktif berbayar. Jika muncul indikasi pungutan pembohong (pungli), warga diminta melapor ke ketua RT, lurah, aparat yang berwenang, atau langsung ke Bagian PSDA Setda Kota Bontang.
"Target penyelesaian bulan Oktober ini, namun untuk penggunaannya masih menunggu jadwal aktivasi resmi. Kami harap ikut mengawasi masyarakat agar program ini tidak dimanfaatkan oknum untuk cari keuntungan pribadi," tandasnya.

