Telat haid belum tentu hamil, keputihan belum tentu infeksi. Ini tanda bahaya yang wajib diwaspadai wanita.
EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Keluhan seputar menstruasi dan keputihan masih menjadi alasan utama wanita usia 20-35 tahun datang ke fasilitas kesehatan.
Banyak yang menunda periksa karena menganggap wajar, padahal bisa jadi sinyal gangguan hormon hingga infeksi.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi menyebut, siklus haid normal berkisar 21-35 hari dengan durasi 3-7 hari. Di luar itu, perlu diwaspadai.
1. Ciri Haid Tidak Normal
- Jarak antar haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari secara konsisten selama 3 bulan
- Darah haid sangat banyak hingga ganti pembalut tiap 1-2 jam, atau sangat sedikit hanya flek
- Haid berlangsung lebih dari 7 hari disertai nyeri hebat hingga mengganggu aktivitas
- Flek coklat di luar jadwal haid
Penyebab tersering adalah stres, perubahan berat badan drastis, gangguan tiroid, sindrom polikistik ovarium (PCOS), hingga efek KB hormonal.
2. Bedakan Keputihan Normal dan Tidak Normal
Keputihan adalah cara vagina membersihkan diri. Yang normal: bening, tidak berbau, tidak gatal, muncul menjelang ovulasi.
Waspadai jika:
- Warna: kuning kehijauan, abu-abu, atau keju menggumpal
- Bau: amis menyengat, terutama setelah berhubungan
- Gejala penyerta: gatal hebat, perih saat buang air kecil, nyeri panggul
Ini bisa tanda bacterial vaginosis, jamur, atau infeksi menular seksual.
3. Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa jika mengalami telat haid lebih dari 90 hari tanpa kehamilan, nyeri haid yang tidak membaik dengan obat biasa, atau keputihan berbau yang berulang. Jangan melakukan vaginal douching atau sabun kewanitaan berparfum karena merusak flora normal.
4. Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi
- Jaga berat badan ideal, karena lemak memengaruhi estrogen
- Tidur cukup 7-8 jam untuk keseimbangan hormon
- Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, pilih bahan katun
- Konsumsi air putih cukup dan batasi gula berlebih yang memicu jamur
- Rutin skrining: pap smear setahun sekali setelah aktif seksual
Menstruasi adalah barometer kesehatan wanita. Jika siklus berubah tiba-tiba, tubuh sedang memberi sinyal untuk lebih didengarkan.

