PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Darurat Cyberchondria: Bahaya Terlalu Sering Mendiagnosis Penyakit lewat Internet

Home Berita Darurat Cyberchondria: Ba ...

Darurat Cyberchondria: Bahaya Terlalu Sering Mendiagnosis Penyakit lewat Internet
Kecepatan dan kemudahan informasi lewat internet banyak digunakan masyarakat mendiagnosis penyakit yang dialaminya. (foto: internet)

EKSPOSKALTIM,  Kesehatan – Kebiasaan mencari gejala penyakit di internet atau self-diagnosis kini memicu fenomena gangguan kecemasan baru yang dikenal sebagai cyberchondria .

Praktisi kesehatan memperingatkan bahwa kecenderungan ini justru mematikan kondisi psikologis masyarakat dan memicu kekhawatiran yang tidak perlu.

Cyberchondria terjadi ketika seseorang secara berlebihan mencari informasi medis secara online, lalu menyimpulkan sendiri bahwa mereka mengidap penyakit serius.

Data klinis menunjukkan bahwa alih-alih mendapat ketenangan, 80 persen orang justru merasa lebih cemas setelah membaca artikel kesehatan yang belum tentu akurat atau sesuai dengan kondisi tubuh mereka.

Dokter spesialis jiwa kesehatan menegaskan bahwa algoritma mesin pencari tidak dirancang untuk menggantikan diagnosis medis.

Membaca baris-baris gejala tanpa pemeriksaan laboratorium atau konsultasi fisik sering kali mengarahkan masyarakat pada kesimpulan yang salah.

Dampak buruknya, pasien bisa mengonsumsi obat yang salah atau justru menunda pengobatan yang sebenarnya sangat mereka butuhkan.

Masyarakat diimbau untuk tetap bersikap bijak dan menggunakan internet hanya sebagai referensi awal.

Jika merasakan keluhan fisik atau psikologis, langkah terbaik adalah tetap melakukan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.

Mengapa Diagnosis Lewat Internet Berbahaya?

Risiko Misdiagnosis (Salah Diagnosis): Banyak penyakit berbeda yang memiliki gejala mirip. Misalnya, nyeri dada biasa sebagai serangan jantung, atau sebaliknya, yang bisa berakibat fatal.

Salah Pengobatan (Mis-treatment): Akibat salah menebak penyakit, seseorang berisiko mengonsumsi obat atau ramuan yang tidak tepat.  Hal ini bisa memperparah kondisi tubuh atau menyebabkan efek samping berbahaya.

Memicu Cyberchondria: Ini adalah kondisi kecemasan berlebih atau depresi yang muncul akibat terlalu sering mencari gejala penyakit di internet. Seseorang akan terus merasa cemas dan yakin bahwa mereka mengidap penyakit mematikan padahal gejalanya tergolong ringan.

Menunda Penanganan Medis: Karena merasa sudah mengetahui penyakitnya dari internet, banyak orang menunda pergi ke rumah sakit. Akibatnya, penyakit yang sebenarnya serius baru saja terselesaikan.

Cara Bijak Menggunakan Internet untuk Kesehatan

Jadikan Hanya Sebagai Edukasi: Gunakan informasi internet untuk memahami pola hidup sehat atau istilah medis, bukan untuk menyimpulkan penyakit.

Pilih Sumber Terpercaya: Cari informasi dari situs resmi rumah sakit, institusi kesehatan nasional (seperti Kementerian Kesehatan RI), atau jurnal ilmiah resmi. Hindari memercaai mentah-mentah utas di media sosial atau forum tanpa validasi medis.

Manfaatkan Telemedicine: Jika belum sempat ke rumah sakit, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi jarak jauh (telehealth) resmi untuk mengompres langsung dengan dokter berizin melalui panggilan video atau diskusi berani.

Periksa ke Dokter: Diagnosis yang valid memerlukan wawancara medis terstruktur, pemeriksaan fisik langsung oleh dokter, serta pemeriksaan pemeriksaan seperti tes darah, Rontgen, atau laboratorium jika diperlukan. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :