Ketika pemerintah pusat menggelar rapat penanganan karhutla di Samarinda, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji ternyata justru berada di ujung hulu Mahakam
EKSPOSKALTIM, Samarinda— Ketidakhadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Kaltim bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Senin (14/9) lalu akhirnya mendapat penjelasan.
Seno mengatakan dirinya tidak berada di Samarinda saat rapat karena baru kembali dari Kabupaten Mahakam Ulu, tepatnya Long Apari. Ia menyebut perjalanan tersebut memakan waktu hingga 22 jam untuk memastikan bantuan sekaligus penanganan karhutla menjangkau wilayah paling hulu Kaltim.
“Ya kebetulan saya baru pulang dari Mahakam Ulu, itu perjalanan 22 jam ke Long Apari dan kita menyerahkan bantuan serta juga pengendalian karhutla di sana,” kata Seno, Rabu (16/9).
Penjelasan itu disampaikan setelah absennya Seno dalam rakor mendapat sorotan dari Wamen LH Diaz Hendropriyono. Dalam forum tersebut, Diaz secara terbuka menyebut dirinya sempat menunggu kehadiran gubernur dan wakil gubernur.
Bagi Seno, kunjungan ke Long Apari bukan sekadar agenda seremonial. Kondisi geografis kawasan tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan cara yang berbeda, termasuk membawa peralatan pemadaman melalui jalur sungai.
“Tidak ada jalan, kita harus membawa pompa naik ketinting,” ujarnya.
Seno menegaskan keputusan berada di Mahakam Ulu didasari kebutuhan untuk memastikan penanganan di wilayah perbatasan tetap berjalan. Long Apari berada di ujung hulu Mahakam dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Jadi saya rasa itu lebih penting bagi kami menyelamatkan anak-anak bangsa di ujung Mahakam sana berbatasan dengan Malaysia,” tegasnya.
Sebelumnya ketidakhadiran Seno terjadi ketika rakor di Samarinda tengah mempertemukan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dan Komite II DPD RI untuk mengevaluasi penanganan karhutla Kaltim.
Forum tersebut bahkan mendapat sorotan setelah Wamen LH Diaz Hendropriyono mempertanyakan absennya gubernur dan wakil gubernur.
Atas ketidakhadirannya, Seno menyampaikan permohonan maaf. Ia juga membuka kemungkinan pertemuan lanjutan dengan pemerintah pusat untuk membahas dukungan penanganan karhutla di Kaltim.
“Jadi mungkin kami juga mohon maaf tidak bisa mendampingi Pak Wamen dan kita akan ke Jakarta nanti kalau memang beliau berkenan. Atau beliau kembali ke sini lagi untuk memberikan bantuan yang lebih banyak,” pungkas Seno.



