Kemarau panjang tak hanya membuat tubuh lebih mudah lelah. Ketika pasokan air bersih ikut tertekan, kebiasaan sehari-hari juga perlu disesuaikan agar panas, debu, dan risiko penyakit tak ikut mengganggu aktivitas.
EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kemarau panjang tak hanya membuat tubuh lebih mudah lelah. Ketika pasokan air bersih ikut tertekan, kebiasaan sehari-hari juga perlu disesuaikan agar panas, debu, dan risiko penyakit tak ikut mengganggu aktivitas.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh selama cuaca panas dan kekeringan masih berlangsung.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah aktivitas di luar ruangan. Paparan terik matahari yang berlangsung lama dapat membuat tubuh lebih cepat lelah, terutama bagi warga yang bekerja atau beraktivitas di luar.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih menyarankan masyarakat menggunakan perlindungan saat harus beraktivitas di luar, termasuk masker dan penutup kepala.
“Kalau memang harus bekerja di luar, yang paling penting adalah memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, topi, dan seterusnya,” ujar Ismed, 13 September.
Jaga Kebersihan
Keterbatasan air bersih juga menjadi perhatian tersendiri. Intrusi air laut ke Sungai Mahakam berisiko mengganggu produksi air bersih PDAM dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) masyarakat.
Dalam kondisi seperti ini, kebersihan tetap perlu dijaga meski penggunaan air harus lebih bijak. Air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari perlu dipastikan aman dan tidak tercemar.
Dinkes Samarinda turut memantau kemungkinan munculnya penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut, termasuk diare.
“Kalau untuk diare bulan ini masih rata, kalaupun meningkat belum terlalu signifikan,” jelas Ismed.
Artinya, warga tetap perlu memperhatikan kebersihan tangan, makanan, minuman, serta peralatan yang digunakan sehari-hari, terutama ketika kondisi air bersih mulai terbatas.
Kenali Kondisi Tubuh
Kemarau juga dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami kelelahan. Karena itu, warga yang beraktivitas di luar disarankan tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh ketika mulai merasa terlalu lelah atau tidak nyaman akibat panas.
Jika memungkinkan, aktivitas di luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan diselingi waktu istirahat di tempat yang lebih teduh.
Dinkes juga masih memantau kondisi kesehatan masyarakat di tengah kemarau. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus tercatat meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Juni dan Juli.
Namun, Ismed memastikan pelayanan kesehatan di Samarinda masih relatif terkendali meski terdapat peningkatan kasus.
“Makanya insya Allah masih terkendali, meskipun ada peningkatan,” katanya.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Dinkes Samarinda hingga kini belum mengajukan tambahan anggaran karena stok bahan habis pakai (BHP) medis masih mencukupi.
Kementerian Kesehatan melalui Tim Kedaruratan juga telah menyiapkan suplai tambahan berupa masker bagi daerah terdampak.
“Apalagi kemarin kami dapat pemberitahuan dari Kemenkes mau mensuplai bahan habis pakai seperti masker,” paparnya.
Dengan cuaca panas dan kekeringan yang masih berlangsung, menjaga kondisi tubuh, kebersihan, serta memperhatikan kualitas air menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan masyarakat hingga kondisi kembali normal.


