PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sempat Jadi Sorotan Prabowo, Karhutla di Sekitar IKN Kini Terkendali

Home Berita Sempat Jadi Sorotan Prabo ...

Setelah memicu kekhawatiran karena berada di dalam deliniasi IKN, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Soeharto hingga Tol Balsam Km 31 akhirnya berhasil dijinakkan.


Sempat Jadi Sorotan Prabowo, Karhutla di Sekitar IKN Kini Terkendali
Lokasi Karutla di Tol Balikpapan-Samarinda km 31 pada Rabu (09/09/2026). Foto: Humas OIKN

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah deliniasi IKN telah berjalan efektif dan situasi saat ini sudah dalam kondisi terkendali.

Meskipun area yang terindikasi terdampak mencapai 458 hektare, total luas lahan yang benar-benar terbakar dipastikan tidak mencapai angka tersebut karena kobaran api hanya terdistribusi pada titik-titik (spot) terbatas yang kini seluruhnya telah mereda.

Selain itu, lokasi karhutla dipastikan berada cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, yakni berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer. Seluruh rangkaian operasi penanggulangan difokuskan sebagai langkah proteksi dini agar titik api tidak meluas maupun mendekati pusat pemerintahan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi terdampak pada 8–9 September 2026. Area yang ditinjau meliputi kawasan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) Km 31, Desa Wonotirto, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, hingga kawasan Bukit Tengkorak yang masuk dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.30 WITA, Danis memastikan kondisi di kawasan Bukit Tengkorak sudah sepenuhnya padam tanpa terlihat lagi nyala api aktif, melainkan hanya menyisakan kepulan asap tipis di beberapa titik.

"Alhamdulillah sudah tidak ada kebakaran lagi, mungkin ada asap kecil-kecil saja. Ini hasil pemadaman yang dilakukan oleh tim darat bersama-sama dan juga dari udara waktu water bombing. Hari ini di Bukit Tengkorak sudah padam," kata Danis dalam keterangan tertulis, Rabu.

Sinergi Darat-Udara dan Kesiapsiagaan Water Bombing

Danis membeberkan bahwa pemadaman diawali dengan pengerahan tim gabungan lintas instansi lewat jalur darat yang melibatkan Otorita IKN, TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat setempat.

Namun, untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses oleh armada darat karena medan yang jauh dan berat—seperti wilayah Wonotirto, Bukit Merdeka, hingga Bukit Tengkorak—operasi diperkuat dengan dukungan helikopter pemadam (water bombing) sejak beberapa hari lalu.

Kendati pada Rabu pagi dua titik utama di Bukit Tengkorak dan Wonotirto dilaporkan telah padam, tim gabungan sempat mendeteksi kemunculan titik api baru di kawasan Km 31 yang langsung direspons cepat melalui penanganan kombinasi pemadaman darat dan water bombing. Unit water bombing dipastikan tetap dalam posisi siaga (standby) untuk memantau perkembangan dinamis di lapangan.

Patroli Memastikan Tidak Ada Titik Api Baru

Otorita IKN menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti begitu saja setelah api berhasil dipadamkan. Mengingat sebagian besar kawasan yang terdampak berada dalam deliniasi IKN, upaya pemantauan dan patroli udara maupun darat diintensifkan untuk mencegah dan mendeteksi titik api sedini mungkin. Langkah ini melengkapi upaya sosialisasi dan edukasi yang selama ini terus diberikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi lagi. Harus kita lakukan upaya monitoring, patroli untuk memastikan bahwa jangan sampai kebakaran ini terjadi lagi," tegas Danis.

Atas keberhasilan penanganan ini, Otorita IKN memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman sinergis darat dan udara demi menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah Nusantara.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :